nusabali

Norwegian Jewel, Awali 2024 di Pelabuhan Benoa

Angkut 2.350 Wisatawan, Disambut Tari Jauk hingga Legong

  • www.nusabali.com-norwegian-jewel-awali-2024-di-pelabuhan-benoa

DENPASAR, NusaBali - Norwegian Jewel menjadi kapal pesiar pertama yang berlabuh di Pelabuhan Benoa, Denpasar di awal tahun 2024.  Kapal berbendara Bahama tersebut sandar , Senin (1/1) pukul 07.00 Wita di Terminal Kapal Pesiar Pelabuhan Benoa.

Kapal dengan panjang 294,13 meter ini mengangkut  2.350 orang wisatawan dan 1.033 kru. General Manager (GM) Pelindo Cabang Pelabuhan Benoa, Anak Agung Gde Agung Mataram menyatakan Norwegian Jewel merupakan kapal pesiar perdana yang berlabuh di Pelabuhan Benoa di awal 2024. Kehadiran kapal pesiar Norwegian Jewel bersama wisatawan dan kru-nya disambut pihak Pelindo dengan menampilkan tarian Bali, seperti Jauk Keras dan Jauk Manis, serta Tari Legong Keraton. “Karena ini kapal yang pertama masuk  di tahun 2024,” kata Agung Mataram.

Kapal pesiar  Norwegian Jewel menginap semalam di Pelabuhan Benoa sampai dengan Selasa (2/1) siang hari ini. Menurut Agung Mataram, sementara ada 70 kapal pesiar yang rencana booking pada tahun 2024. Dia menambahkan kapal pesiar berbobot 93.502 gross tonage (GT) itu berangkat dari Laem Chabang, Provinsi Chonburi, Thailand dan berlayar ke sejumlah titik di Asia Tenggara. Sebelum sandar di Pelabuhan Benoa Denpasar, kapal pesiar Norwegian Jewel itu singgah setengah hari di Pelabuhan Celukan Bawang, Kabupaten Buleleng, Bali Utara pada 30 Desember 2023.

Kemudian menuju Pelabuhan Lembar, NTB pada 31 Desember 2023 dan pada 1 Januari 2024 tiba di Pelabuhan Benoa Denpasar untuk bersandar satu malam sebelum bertolak menuju Singapura pada 2 Januari 2024 sekitar pukul 14.00 Wita.


Selain Norwegian Jewel, di dermaga selatan Pelabuhan Benoa juga sandar kapal pesiar Nautica berbendera Republik Kepulauan Marshall yang diperkirakan membawa 404 penumpang dan 394 kru.

Kapal dengan panjang 180 meter itu sandar pada Minggu (31/12) sekaligus merayakan tahun baru di Bali dan dijadwalkan bertolak menuju Darwin, Australia pada Senin ini sekitar pukul 18.00 Wita. Sebelumnya, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenparekraf Vinsensius Jemadu mengungkapkan wisatawan kapal pesiar memiliki tingkat belanja yang besar meski rata-rata kunjungan singkat yakni diperkirakan 1.500 hingga 2.000 dolar AS per kunjungan per orang.

Sementara Kepala Pelindo Sub Regional Bali Nusa Tenggara, Fariz Hariyoso mengatakan sesaat setelah kapal pesiar berbendera Bahama itu sandar sekitar pukul 07.00 Wita di dermaga selatan Terminal Kapal Pesiar Pelabuhan Benoa, satu per satu para penumpang kemudian langsung disambut tari Bali. “Kami suguhkan rangkaian tari Bali untuk memberikan pengalaman budaya kepada wisatawan mancanegara,” kata Fariz.

Kapal pesiar sepanjang 294 meter itu diperkirakan membawa sekitar 2.350 penumpang dan 1.033 kru kapal yang dijadwalkan sandar di Benoa, Bali, hingga Selasa (2/1). Setelah menikmati atraksi budaya, mereka kemudian langsung mengunjungi destinasi wisata yang ditawarkan para agen perjalanan wisata. Bahkan, beberapa di antara wisatawan itu berkeliling dulu di sekitar terminal dengan berbelanja kerajinan yang dijual pelaku UMKM.

“Ini menjadi yang kedua kali saya ke Bali tapi menumpangi kapal pesiar adalah yang pertama kalinya. Saya akan berwisata ke pantai, pura dan ke Ubud,” kata Carlos Ojeda, wisatawan asal California, Amerika Serikat. Selain Carlos, ada juga wisatawan asal Inggris, Neil yang berkunjung di Bali untuk pertama kalinya bersama tiga anggota keluarganya.

Ia bersyukur tiba di Bali dengan disambut cuaca cerah sehingga mendukung aktivitas wisata  selama di Pulau Dewata. “Saya ingin melihat budaya Bali lebih dalam dan memanfaatkan kunjungan singkat ini dengan menikmati sesuatu yang beda misalnya ke pantai dan pura Bali,” ucapnya. Pelindo Cabang Pelabuhan Benoa Denpasar juga menyuguhkan penampilan seni tari di area dermaga yang dijadwalkan berlangsung pukul 19.00 Wita.

Pertunjukan budaya yang ditampilkan di antaranya Tari Jauk Manis dan Tari Jauk keras yang mengisahkan tentang raja baik hati dan senang melakukan perjalanan untuk mencari pengalaman hidup. Selain itu ada juga tari Legong Keraton yang dibawakan tiga orang penari yang menceritakan tentang rasa syukur kepada Sang Pencipta dan leluhur atas berkat yang diberikan kepada manusia. 7 k17, ant

Komentar