nusabali

Seleksi Kompetensi, 285 Pelamar Rontok

Pelamar PPPK Guru di Kabupaten Tabanan

  • www.nusabali.com-seleksi-kompetensi-285-pelamar-rontok

Dari kuota 806 formasi guru PPPK, yang lulus seleksi sebanyak 587. Ada 219 formasi yang tidak terpenuhi kuotanya yakni guru Matematika, Bahasa Indonesia, Penjasorkes, TIK, dan Bimbingan Konseling.

TABANAN, NusaBali
Pengumuman seleksi kompetensi rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Tabanan untuk tenaga guru telah diumumkan, Jumat (22/12). Hasilnya 285 pelamar dinyatakan gugur seleksi kompetensi.

Dari catatan di Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tabanan, pelamar yang mengikuti seleksi kompetensi sebanyak 872 dari 806 formasi. Dan dalam perjalanan seleksi kompetensi, hanya 587 orang dinyatakan lulus, sehingga 285 orang dinyatakan gugur. 

Adapun pelamar yang dinyatakan lolos terdiri dari formasi guru Agama Hindu 8 orang, Bahasa Indonesia 15 orang, Bimbingan Konseling 5 orang, IPA 22 orang, IPS 14 orang, Guru Kelas 412 orang. Kemudian Matematika 21 orang, Penjasorkes 34 orang, PPKN 4 orang, Prakarya dan Kewirausahaan 5 oran, Seni Budaya 35 orang, Teknik Informasi Komunikasi 12 orang. 

Dengan banyaknya pelamar yang tak lolos membuat 219 formasi kosong alias tidak terpenuhi kuotanya. Dan formasi yang kosong ini ada pada mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, Penjasorkes, TIK, dan Bimbingan Konseling. 

Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi Kepegawaian Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tabanan I Gusti Kade Dwipayana seizin Kepala BKPSDM Tabanan I Made Kristiadi Putra, mengatakan pengumuman sudah dilakukan melalui website Pemerintah Kabupaten Tabanan. “Ya, ada dua ratusan orang yang tidak lolos seleksi kompetensi,” ujarnya, Senin (25/12). 

Menurutnya mereka yang tidak lolos tersebut karena banyak faktor. Mulai dari tidak memenuhi nilai ambang batas seleksi, kemudian kalah dalam perankingan meskipun memenuhi nilai ambang batas. “Di website tabanankab.go.id juga sudah kami umumkan,” imbuh Dwipayana. 

Sementara itu mengenai terlambatnya pengumuman PPPK untuk tenaga guru ini diakui Dwipayana sesuai siaran pers BKN. Keterlambatan ini dikarenakan pansel nasional masih melakukan konfirmasi dan klarifikasi terhadap beberapa elemen data. Seperti hasil seleksi manajerial dan sosiokultural bagi peserta P1, serta afirmasi Sertifikat Pendidik (Serdik). “Jadi proses ini berlaku secara nasional,” tegasnya. 

Dan setelah turunnya pengumuman untuk tenaga guru, tahapan selanjutnya adalah dengan pengisian DRH (Daftar Riwayat Hidup), surat keterangan sehat jasmani dan rohani. Surat Keterangan Bebas Narkoba, SKCK sampai 14 Januari 2024. Setelah itu akan dilanjutkan dengan usulan penetapan NIP PPPK sampai 13 Februari 2024,” tandasnya. 

Seperti yang diketahui pada rekrutmen PPPK tahap III ini Tabanan diberikan  kuota formasi 1.876 terdiri dari guru 806 dan tenaga kesehatan 1.070. 7 des

Komentar