nusabali

Limbah Bambu Jadi Pohon Natal

Natal di Gereja Sabda Bayu Buleleng

  • www.nusabali.com-limbah-bambu-jadi-pohon-natal

SINGARAJA, NusaBaliq - Gereja Sabda Bayu yang berlokasi Gatot Kaca, Kelurahan Banjar Jawa, Kecamatan/Kabupaten Buleleng selalu memiliki sisi unik di setiap perayaan Natal.

Tempat ibadah umat kristiani ini konsisten mempertahankan konsep pohon natal ramah lingkungan. Jika tahun sebelumnya menggunakan ribuan botol plastik bekas, kali ini memanfaatkan bambu bekas proyek bangunan yang masih layak pakai.

Di halaman gereja, Rabu (20/12) sore, sudah berdiri pohon natal setinggi 5 meter. Pohon itu dirangkai dari potongan-potongan bambu yang dibentuk seperti menara. Lalu di bagian luarnya dihiasi dengan pita berwarna merah dan juga lampu hias warna-warni. Sedangkan di dalam gereja dipasang pohon Natal

Pendeta Putu Yosea Yogiarta ditemui di Gereja Sabda Bayu mengatakan persiapan Natal sudah dimulai sejak 3 Desember lalu. Sedangkan untuk hiasan pohon Natal baru dimulai pada Kamis (14/12) lalu. Pembuatan pohon Natal dari bambu dikerjakan selama dua hari dan sudah berdiri pada Sabtu (16/12).

“Pohon Natal memang selalu kami upayakan dari barang ramah lingkungan. Kali ini dari bambu bekas yang masih layak pakai. Inisiasinya dari majelis kami, begitu dapat ide langsung dieksekusi,” ucap Pendeta Yosea.

Bambu bekas dipilih, karena dilihat banyak dibuang percuma. Terutama dari bekas proyek bangunan. Bahkan beberapa ditemukan terbuang begitu saja di saluran drainase. Hal ini kemudian menjadi inspirasi untuk pemanfaatan bambu bekas layak pakai dirangkai menjadi pohon Natal.

“Intinya merayakan Natal tidak harus dari pohon hidup. Tetapi sejauh mana juga kita peduli terhadap lingkungan sekitar,” imbuh dia.

Selain keunikan pohon Natalnya, perayaan Natal di Gereja Sabda Bayu juga sangat kental dengan nuansa  Nusantara. Sebab jemaat tidak hanya berasal dari Bali, tetapi sangat heterogen. Ada yang berasal dari Jawa, Sumatera Utara, NTT dan NTB bahkan ada yang dari Papua. Perayaan ibadah Natal juga akan dilakukan dengan pemakaian baju adat masing-masing jemaat, sebagai gambaran kecil Nusantara dari Bali Utara. 7k23

Komentar