nusabali

Gunakan Guungan Ayam, Ogoh-Ogoh 'Dewa Yama' ST Dharma Bhakti Lebih Kokoh dan Efisien

  • www.nusabali.com-gunakan-guungan-ayam-ogoh-ogoh-dewa-yama-st-dharma-bhakti-lebih-kokoh-dan-efisien

DENPASAR, NusaBali.com - Sekaa Truna (ST) Dharma Bhakti, Banjar Celuk Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan, kembali berkarya dalam menyambut perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1946 pada bulan Maret 2024.

ST Dharma Bhakti kali ini mengangkat tema ‘Dewa Yama’. Menurut Ketua ST Dharma Bhakti, Komang Rio Karsandi, ogoh-ogoh ini merupakan bentuk dari persembahan yadnya sekaligus ajang kreativitas  sekaa truna.

Dewa Yama merupakan dewa yang bertugas mengadili para arwah setelah kematian. Dewa Yama akan menghukum para arwah yang telah berbuat dosa selama hidup di dunia.

Proses pembuatan ogoh-ogoh ini dimulai November 2023 lalu. Ogoh-ogoh ini menggunakan anyaman/ulatan dari guungan (kurungan) ayam. Guungan dipilih sebagai media dasar untuk mengayam/ngulat ogoh-ogoh karena memiliki struktur yang kuat dan rapat.

"Guungan lebih kuat ketika dilipat mengikuti bentuk tubuh ogoh-ogoh dan berstruktur rapat sehingga proses pembentukan lebih cepat dan efisien," ujar Mang Rio saat ditemui di balai banjar berlokasi di Jalan Tukad Irawadi, Rabu (13/12/2023) malam.

Selain menampilkan sosok Dewa Yama, ogoh-ogoh ini juga menyiapkan karakter arwah (atma/roh) sebagai penggambaran manusia yang akan diadili oleh Dewa Yama. Lalu ada seekor anjing yang memiliki tiga kepala menggambarkan tiga aspek kehidupan manusia, yaitu kama (nafsu), artha (kekuasaan), dan moksa (kesucian).

Hingga saat ini, ogoh-ogoh Dewa Yama yang digarap setiaap hari mulai pukul 18.00 hingga 01.00 dini hari, sudah memasuki tahap 25 persen pengerjaan. Biaya yang dikeluarkan untuk pengerjaan ogoh-ogoh ini kurang lebih Rp 9 juta. Mang Rio menargetkan ogoh-ogoh ini akan selesai pada akhir Januari 2024 mendatang.

"Kami akan terus bekerja keras untuk menyelesaikan ogoh-ogoh ini dengan maksimal," tutup Mang Rio. *m03

Komentar