nusabali

Diminati Pasar Lokal Bali hingga Daerah Transmigran

Bokor dan Dulang Fiber dari Brasela

  • www.nusabali.com-diminati-pasar-lokal-bali-hingga-daerah-transmigran

DENPASAR, NusaBali - Peralatan upacara (agama) berupa bokor, tamas, dulang, keben dan wadah lain berbahan fiber semakin banyak dicari krama Bali. Penampilan ukirannya yang indah dan meriah menjadi salah satu alasannya. Di Desa Brasela Kecamatan Payangan, Gianyar kerajinan yang satu ini banyak dibuat.

Warga yang membuat sampai  menjual dulang  gampang ditemui. Ada di warung-warung, toko, atau di rumah warga. “Ya di sini memang banyak,” ujar Ni Made Sumiati, salah seorang perajin, Sabtu (11/11).

Pemasarannya meluas. Tidak hanya di Bali, namun sampai ke luar Bali. Terutama  ke daerah-daerah dimana banyak warga Bali-nya  menetap. Terutama kebanyakan daerah transmigran.  Antara di Lampung di Pulau Sumatera, ke Sulawesi dan daerah lainnya.

“Ya, pengiriman sampai ke sana,” sebut Sumiati.  

Dia mengiyakan warga Bali yang tinggal di darerah transmigrasi itulah yang membeli perabotan upakara  fiberglass. Harga tergantung  jenis dan ukurannya. Namun secara umum mulai dari Rp50 ribuan sampai Rp500 ribuan.

Sumiati mengaku penjualan cukup ramai. Terutama pasca pandemi.  Dalam sebulan  omzetnya  sampai Rp20 juta-an.

“Cukup ramai,” kata dia. 

Di sisi lain, untuk membuat perabotan upacara yang satu itu perajin dihadapkan harga bahan baku, yakni  resin, silikon dan lainnya  yang harganya terus naik. Dampaknya  keuntungan perajin  berkurang.

Jro Susilawati, seorang tukang pulas(cat)  menuturkan permintaan perabotan upakara dari fiber cukup ramai. “Nggih order akeh mangkin (pesanan ramai sekarang),” ujarnya di tempat terpisah.

Buleleng, Karangasem antara daerah-daerah tujuannya pengiriman di Bali. “Belum  ke Sulawesi dan Lombok,” ucapnya sambil memulas.

Dari penuturan perajin, pembuatan perabotan upakara dari fiber jauh lebih cepat dibanding berbahan kayu. Hal itu karena perabotan dari fiber dibuat dengan cara mencetak, berdasarkan pola (masternya). Sedangkan dengan kayu, penyelesainnya lebih lama, karena dibuat secara manual.

“Sebulan belum tentu selesai, karena mengukirnya lama,” ucap Jro Susilawati.

Sebagai sentranya, maka aktivitas yang bertalian dengan proses pembuatan perabotan fiber gampang ditemui di Brasela. Aktivitas terkait perabotan fiberglass  bisa dilihat dari jalan utama desa. Ada yang mencetak, memulas, menjemur dan membungkus untuk dikirim.

Warnanya bervariasi. Ada dengan cat prada keemasan, warna perak dan warna-warni lainnya. “Makin bagus dan makin   tahan lama warnanya, harga  jelas lebih tinggi,” ucap Jro Susilawati. K17.

Komentar