nusabali

Kekosongan Pejabat Eselon II Bertambah

Pj Bupati Lihadnyana Sebut Pengisian dan Mutasi Masih Rahasia

  • www.nusabali.com-kekosongan-pejabat-eselon-ii-bertambah

SINGARAJA, NusaBali - Kekosongan pejabat Eselon II di lingkup Pemkab Buleleng terus bertambah. Hingga kini ada 5 pejabat Eselon II yang kosong karena pejabat sebelumnya sudah memasuki masa pensiun.

Terbaru, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) I Nyoman Agus Jaya Sumpena mengakhiri masa jabatan akhir Agustus lalu dan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan I Made Subur pensiun akhir Oktober lalu.

Sedangkan tiga jabatan Eselon II lainnya juga kosong sejak tahun 2022 lalu. Ketiganya yakni Asisten Administrasi Umum, Asisten Pemerintahan dan Kesra serta Staf Ahli Bupati. Seluruh jabatan yang kosong saat ini diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt) yang juga merangkap jabatan di instansi lain.

Penjabat (Pj) Bupati Buleleng dikonfirmasi hal tersebut, Kamis (2/11), mengaku sudah memikirkan soal pengisian jabatan kosong termasuk mutasi pegawai di lingkup pemkab Buleleng. Hanya saja hal itu sedang dipikirkannya dengan matang untuk menempatkan orang di tempat yang sesuai dengan passion-nya.

“Saya kan orang SDM, memutasi orang belum tentu meningkatkan kinerja organisasi. Ada orang lapangan yang pintar belum tentu cocok ditaruh di bagian administrasi, sehingga kemarin kita lakukan asesmen, agar kemampuan dna kompetensinya sesuai dengan jenis pekerjaan,” jelas Lihadnyana.

Persoalan pengisian jabatan dan mutasi pegawai menurutnya sudah dalam proses. Selanjutnya akan diajukan ke Kemendagri. Namun saat ditanya kapan, Lihadnyana enggan menjawab. “Ini rahasia, jangan dibocorkan kapan waktunya. Kenapa diam-diam, agar tidak ada campur tangan orang banyak. Kalau dibilang kapan, semua akan mencari pintu masuk, sehingga penilaian tidak objektif,” tegas Pj Lihadnyana.

Dia pun menegaskan proses pengisian jabatan kosong dan mutasi akan dipastikan mengacu pada hasil asesmen. Sehingga kedepannya seluruh pegawai di lingkup Pemkab Buleleng dapat berkinerja sesuai dengan kompetensi dan kemampuannya. Lihadnyana juga menjaminkan dalam pengisian jabatan kosong dan mutasi tidak ada unsur sogok menyogok untuk mendapatkan jabatan. Termasuk titipan-titipan nama dari berbagai pihak yang memiliki kepentingan.

“Saya pastikan dan sumpahin, jangan sampai ada mutasi yang bayar-membayar. Semuanya tertutup saya pastikan itu,” tegas Lihadnyana. 7k23

Komentar