nusabali

Desa Pangsan dan Petang Pilot Project Pengelolaan Sampah

  • www.nusabali.com-desa-pangsan-dan-petang-pilot-project-pengelolaan-sampah

Dua desa di Kecamaran Petang yakni Desa Pangsan dan Desa Petang diplot sebagai pilot project pengelolaan sampah yang dilakukan secara mandiri dan profesional.

MANGUPURA, NusaBali
Dua wilayah ini diharapkan menjadi contoh, sehingga ke depannya desa-desa yang lain ikut mendukung program pemerintah menggenjot perkembangan desa wisata.

“Beberapa di Kecamatan Petang sudah ditetapkan sebagai desa wisata. Jadi kami menginginkan desa-desa wisata itu mampu mengolah sendiri sampahnya. Pilot project kami tahun 2017 baru dua desa yakni Pangsan dan Petang. Ke depan kami akan terus dorong desa yang lain untuk mengelola sampahnya sendiri,” kata Camat Petang Ida Bagus Nata Manuaba, Minggu (9/7).

Saat ini pengelolaan sampah sudah berjalan cukup baik, malah sampai di tingkat banjar sudah ada petugas yang mengurus sampah. “Kami menginginkan pengelolaan lebih profesional, baik itu manajemennya maupun sarana dan prasarana penunjang. Dengan begitu desa bisa mandiri,” imbuhnya.

Menurut dia, upaya mendorong pengelolaan sampah secara profesional tersebut didasarkan pada kebutuhan. Terlebih lima desa sudah menjadi desa wisata saat ini, yakni Desa Kerta, Petang, Pangsan, Belok Sidan, dan Carangsari. “Jadi ini demi mendukung perkembangan desa wisata itu sendiri,” tandas Nata Manuaba.

Sementara Perbekel Petang I Wayan Suryantara mengakui desanya menjadi pilot project pengelolaan sampah secara terpadu, mandiri, dan profesional. “Iya, kami sudah berkonsultasi dengan konsultan, sistem pengelolaannya seperti apa.” katanya. Menurut Suryantara, di desanya memang sudah ada TPST, namun cara mengelola serba manual seperti sampah dibiarkan membusuk sendiri secara alami. “Kalaupun ada sampah nonorganik itu saja yang diambil, itu pun oleh pemulung,” katanya.

“Sekarang masalahnya sarana dan prasarana, misalkan alat pencacah, alat pemilah sampah. Itu perlu dana besar. Makanya tahun ini kami upayakan bertahap,” ucap Suryantara. Dia mengungkapkan tenaga kebersihan yang dimiliki desa sebanyak 11 orang. *asa

Komentar