nusabali

Nakes RSUD Tangguwisia Sempat Mogok

Jaspel Belum Cair, Kadiskes Pastikan Pelayanan Sudah Normal

  • www.nusabali.com-nakes-rsud-tangguwisia-sempat-mogok

Kadiskes dr Sucipto menyebut jaspel kepada nakes di Buleleng sedang dalam proses, Diskes sudah mengusulkan pembayaran jaspel nakes di APBD Perubahan 2023

SINGARAJA, NusaBali
Suasana di RSUD Tangguwisia di Desa Tangguwisia, Kecamatan Seririt, Buleleng, Senin (2/10) pagi tampak lengang. Informasi yang beredar di lapangan, para tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di RSUD Tipe C itu memutuskan untuk menutup pelayanan sementara. Aksi mogok kerja informasinya terjadi lantaran jasa pelayanan (Jaspel) para nakes belum dibayarkan hampir dua tahun, yakni dari tahun 2022 sampai saat ini.

Menurut keterangan sumber kepada NusaBali, dia menerima laporan mogok kerja nakes RSUD Tangguwisia dari masyarakat yang hendak berobat. Namun saat tiba rumah sakit tampak kosong tidak ada pelayanan. “Informasinya karena jaspel mereka tidak dibayarkan. Nah, ini kan harus dicarikan solusinya, karena kesehatan itu sangat penting sekali. Mudah-mudahan ada jalan keluar dan solusi kasihan masyarakat yang jadi korban,” terang sumber yang menolak namanya dikorankan.

Foto: Situasi RSUD Tangguwisia lengang saat nakes menghentikan layanan. -IST

Dikonfirmasi terpisah Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Buleleng, dr Sucipto membenarkan sempat terjadi penutupan pelayanan sementara di RSUD Tangguwisia. 

Namun dia memastikan aksi tersebut tidak berlangsung lama, karena dia langsung turun ke lokasi untuk mengklarifikasi masalah. “Tadi pagi (kemarin) sempat pelayanan tidak dijalankan. Kami langsung turun memberikan pemahaman, syukur mereka mengerti dan pelayanan sudah buka kembali tadi,” ucap Sucipto. Utang jaspel kepada nakes di Buleleng disebut Sucipto sedang dalam proses. Diskes Buleleng sudah mengusulkan pembayaran jaspel nakes di APBD Perubahan 2023. Saat ini sedang menunggu evaluasi Perda APBD Perubahan 2023 dari Gubernur Bali. 

Dia menyebut penghentian layanan kesehatan sementara yang terjadi di RSUD Tangguwisia disebabkan karena adanya informasi simpang siur yang diterima nakes setempat. Sehingga nakes merespon kurang bagus dengan menutup pelayanan. “Pelayanan sudah berjalan seperti biasa sekarang,” ungkap dr Sucipto. Sementara itu utang jasa pelayanan (Jaspel) Pemkab Buleleng kepada tenaga kesehatan ini sebesar Rp 6.629.087.528. Utang jaspel ini tidak hanya untuk nakes di RSUD Tangguwisia, tetapi juga nakes di RSUD Giri Emas dan nakes di Puskesmas tahun 2022 sampai saat ini. 7 k23

Komentar