nusabali

Pengprov Diminta Tak Asal Comot Atlet

Pengurus KONI Buleleng dan Badung Bertemu di Singaraja

  • www.nusabali.com-pengprov-diminta-tak-asal-comot-atlet

Dalam pengiriman atlet ke babak kualifikasi PON, sejumlah atlet jadi korban 'permainan' Pengprov Cabor di Bali. Pengurus KONI Buleleng dan Badung pun meminta harus mengutamakan para juara Porprov.

SINGARAJA, NusaBali 
Dua Pengurus KONI Buleleng dan Pengurus KONI Badung, selama dua hari Sabtu (23/9) dan Minggu (24/9) melakukan pertemuan secara kekeluargaan di Kompleks GOR Bhuana Patra Singaraja.  Mereka meminta Pengprov Cabor tak asal comot atlet untuk ikut babak kualifikasi PON. 

Hal tersebut sebagai pertemuan balasan sebelumnya, dimana Pengurus KONI Buleleng berkunjung ke Sekretariat KONI Badung, di Dalung Kuta Utara, beberapa pekan sebelumnya. Pada hari pertama, para pembina olahraga di Bali Utara dan Bali Selatan itu melakukan diskusi bersama membahas cara memajukan olahraga di Bali.  

Lalu di hari kedua pada Minggu (24/9), mereka melaksanakan duel di lapangan bulutangkis, tenis meja dan catur. Sedangkan pengurus yang tidak berolahraga adu suara di arena Karaoke.

Dalam diskusi olahraga, Ketua Umum KONI Buleleng Ketut Wiratmaja menyampaikan sejumlah persoalan untuk diselesaikan sehingga pembinaan olahraga di Bali semakin maju dan terbuka di masa depan.

Wiratmaja mengatakan, dalam pengiriman atlet ke babak kualifikasi tahun ini, sejumlah atletnya menjadi korban 'permainan' Pengprov Cabor di Bali. Menurutnya, Pengprov Cabor di Bali harus mengutamakan para juara dalam Porprov untuk ikut babak kualifikasi PON. 

"Masak atlet Buleleng peraih medali emas Porprov Bali diadu lagi dengan atlet non Porprov. Padahal sudah ada rekomendasi KONI Bali," kata Ketut Wiratmaja. 

Hal serupa juga disampaikan Ketua Umum KONI Badung Made Nariana. Menurut Nariana,  tiga atlet balap sepeda Badung peraih emas, satu pun tidak diikutsertakan dalam babak kualifikasi PON 2024. Pengurus Provinsi Cabor ISSI seenaknya mencopot atlet untuk dikirim ke kualifikasi PON. 

Karena itulah, kedua pimpinan KONI Badung dan Buleleng sepakat, membahas hal-hal seperti itu jangan terjadi lagi. Pengurus KONI Bali harus intervensi dalam persoalan tersebut. 

Menurut Nariana, pasalnya atlet adalah milik dan dibina dengan susah payah di kabupaten/kota. Jika ada multi event, memang kewajiban Pengurus Provinsi Cabor di bawah naungan KONI Bali mengirim atlet atas nama Bali.

Nariana mengatakan, kewenangan tersebut hendaknya dilakukan dengan fair play, terbuka memiliki akuntabilitas yang tinggi, sehingga tidak mengecewakan atlet, pembina dan orang tua atlet. Di bagian lain kedua pengurus KONI tersebut juga menyepakati, bahwa Pengurus Cabor baik di tingkat Provinsi dan Kabupaten yang tanpa kegiatan sama sekali selama setahun supaya didegradasi. 

Seharusnya Pengurus Provinsi Cabor banyak konsultasi ke Pengurus KONI Kabupaten/Kota dalam mengembangkan cabor masing masing-masing. Sekaligus melakukan kegiatan olahraga dengan rutin. Sebab, kalau tidak mampu sebaiknya dicoret saja dari keanggotaan KONI,”kata Nariana, yang mantan Ketum KONI Bali itu.dek

Komentar