nusabali

Sungai Alami Pendangkalan, Pemkot Diminta Lakukan Normalisasi

  • www.nusabali.com-sungai-alami-pendangkalan-pemkot-diminta-lakukan-normalisasi

DENPASAR, NusaBali - Sejumlah sungai di Denpasar saat ini mengalami pendangkalan akibat adanya sedimentasi serta sampah yang masih dibuang ke sungai. Hal itu menjadi perhatian berbagai pihak karena berisiko terjadinya luapan air yang dapat mengganggu aktivitas warga.

Salah seorang anggota DPRD Kota Denpasar dari Fraksi NasDem–PSI I Wayan Gatra saat diwawancarai, Senin (18/9), menyatakan untuk menghindari terjadinya air sungai meluap, maka instansi terkait diharapkan lebih meningkatkan koordinasi dengan lintas organisasi untuk melakukan normalisasi serta pembersihan alur sungai.

Menurutnya, Fraksi NasDem-PSI menekankan OPD di Pemkot Denpasar untuk melakukan koordinasi dengan dinas lainnya, termasuk di provinsi agar bisa melakukan normalisasi. Terutama alur sungai yang menjadi jalur utama air di saat musim hujan, sehingga air tidak meluber ke jalan apalagi ke permukiman warga.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kota Denpasar Gandhi Dananjaya Suarka, menjelaskan aksi bersih sungai ini adalah program rutin Bidang SDA. Dengan beranggotakan 90 orang lapangan yang tersebar di 4 kecamatan, setiap hari bertugas menyusur beberapa lokasi sungai di Kota Denpasar untuk melaksanakan pembersihan.

“Ada lima sistem drainase inti Kota Denpasar yang menjadi fokus kami. Yakni, Tukad Badung, Tukad Ayung, Tukad Mati, Tukad Niti Mandala, dan Tukad Pemogan,” ungkap Gandhi Dananjaya.

Selain pada sistem drainase inti, Gandhi menambahkan, ada juga sub atau anak-anak sungai lainnya seperti Tukad Punggawa, Tukad Ngenjung, Tukad Buaji, dan lainnya yang menjadi atensi jajaran Tim PUPR.

“Pembersihan pada alur-alur sungai itu perlu secara rutin dilaksanakan karena sungai-sungai tersebut adalah pengendali banjir utama (primer) di Kota Denpasar. Selain itu, kami juga melakukan pembersihan pada drainase, baik di sudut kota maupun drainase perumahan sebagai drainase sekunder,” kata Gandhi Dananjaya.

Gandhi Dananjaya juga berharap, gerakan aksi bersih sungai dapat juga didukung dengan kepedulian masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan sungai demi mewujudkan Kota Denpasar bersih, lestari, sehat, dan berbudaya.

Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar terus menggencarkan aksi bersih-bersih sungai. Bahkan, beberapa kali telah melibatkan komunitas, seperti Pancawara. Seperti yang dilakukan di sepanjang aliran sungai Tukad Buaji (Rangda) Kelurahan Panjer, beberapa waktu lalu.

Selain sebagai langkah nyata menjaga kebersihan, kegiatan ini juga untuk mengedukasi warga agar selalu menjaga perilaku tidak membuang sampah ke aliran sungai. Adapun jenis kegiatan yang dilakukan pada pembersihan sungai, meliputi pengambilan sampah dengan jaring sampah, penggelontoran serta pengerukan sedimentasi sungai. 7 mis

Komentar