nusabali

Diiringi Jajaran OPD Klungkung, Golkar Beri Penghormatan Terakhir

Prosesi Palebon Mantan Bupati Klungkung (1998-2003) Ir Tjokorda Gde Ngurah

  • www.nusabali.com-diiringi-jajaran-opd-klungkung-golkar-beri-penghormatan-terakhir

Dimata keluarga, Tjokorda Gde Ngurah yang punya hobi makendang (bermain kendang) dikenal sangat tegas, disiplin dan berwibawa, jika sudah bilang A harus A.

SEMARAPURA, NusaBali
Upacara palebon mantan Bupati Klungkung periode 1998-2003, Ir Tjokorda Gde Ngurah, 75, digelar di Setra Pegesengan (pembakaran) Tegallingah, Desa Adat Semarapura, Kecamatan/Kabupaten Klungkung, Radite Umanis Merakih, Minggu (17/9) siang pukul 12.00 Wita.

Pantauan di lapangan prosesi ritual upacara palebon Tjok Ngurah berlangsung sejak pukul 11.30 Wita dengan menggunakan lembu hitam (Ireng) dan sebuah bade dari rumah duka di Puri Semarabawa, Kecamatan Klungkung. Kemudian lembu dan bade diarak mengelilingi Catus Pata Kota Semarapura sebanyak tiga kali.

Kemudian menuju Pegesengan Tegallinggah untuk prosesi pembakaran yang dipuput oleh Ida Pedanda Gde Putra Keniten dari Geria Jumpung, Desa Gelgel, Kecamatan Klungkung. Ribuan warga tampak mengiringi. Hadir dalam upacara ini Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Klungkung, sejumlah tokoh dan masyarakat mengiringi prosesi upacara pelebon.

Putra Tjok Ngurah, yakni Tjokorda Gde Agung Semara Raditia,25, mengatakan dudonan karya palebon dimulai sejak Wraspati Pon Krulut, Kamis (14/9) diawali nancep taring, ngulapin ke Pura Dalem Agung, mendak Ida Pedanda dan melaspas kajang. "Kemudian, puncak karya palebon Minggu hari ini (kemarin) diawali ngaskara, lunga ke setra, ngeseng ke segara Desa Jumpai, Kecamatan Klungkung," ujar Tjok Raditia.

Almarhum Tjok Ngurah sebelum menjabat bupati merupakan birokrat, dan sempat menjabat Kadis Pertanian Klungkung. Sementara dalam karier politiknya, Tjok Ngurah juga pernah menjadi Ketua DPD II Golkar Klungkung, dan pernah menjadi anggota DPRD Provinsi Bali. Meskipun menjadi Bupati Klungkung 1 periode, Tjokorda Gde Ngurah memberikan peninggalan penting bagi Klungkung di antaranya pembangunan Pasar Semarapura dari pasar tradisional menjadi pasar bertingkat.

Pada masa pemerintahannya, juga dibangun Dermaga Nusa Penida yang saat ini menjadi tempat bersandarnya Kapal Roro (Roll on-roll off) Nusa Jaya Abadi, dan melakukan penataan Pura Watu Klotok, Klungkung, dan lainnya. Tjok Ngurah meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSU Grha Bhakti Medika, Klungkung, Jumat (8/9) pagi pukul 09.00 Wita. Tjok Ngurah menghembuskan napas terakhir setelah bertahun-tahun berjuang melawan sakit diabetes hingga ada komplikasi.

Sebelum palebon jenazah Tjok Ngurah disemayamkan di rumah duka di Puri Semarabawa, Kota Semarapura. Sanak kerabat pun berdatangan melayat.

Menurut Tjok Raditia, ayahnya sudah mengalami sakit sejak bertahun-tahun. Namun, sejak awal Agustus 2023 kondisinya kian menurun. Bahkan, berjalan 10 langkah saja napasnya ngos-ngosan. Kemudian, kondisinya semakin parah sehingga harus dilarikan ke rumah sakit pada Rabu (6/9) malam pukul 19.00 Wita. "Awalnya kondisi ajik masih normal, setelah beberapa saat mengalami kejang sehingga sempat dirawat di ICU," ujarnya.

Setelah di ICU kondisi Tjok Ngurah kembali membaik dan direncanakan cuci darah Jumat (8/9) pukul 08.00 Wita. Namun, Tjok Ngurah kembali drop pukul 08.30 Wita sehingga kembali dilarikan ke ruang ICU. "Kata dokter kondisi jantung ajik sudah melemah dan drop, hingga dilakukan pacu jantung, namun tidak berhasil dan ajik dinyatakan meninggal dunia pukul 09.00 Wita," ujarnya didampingi sang ibunda Ni Nyoman Suriati (istri Tjok Ngurah).

Di mata keluarga, Tjokorda Ngurah yang punya hobi mekendang (bermain kendang) dikenal sangat tegas dan disiplin. “Kalau ajik sudah bilang A harus A, beliau itu sangat tegas, disiplin dan berwibawa. Tidak ada pesan apa-apa dari ajik," ujar Tjok Raditia.

Ipar dari Tjokorda Gde Ngurah, yakni Tjokorda Gde Susanta Adnyana, mengatakan kalau Tjok Ngurah mengalami komplikasi, karena punya riwayat penyakit diabetes. “Beliau dari dulu ada riwayat diabetes, hingga ada komplikasi,” ujar Tjokorda Susanta.

Foto: Ketua DPD I Golkar Bali, Nyoman Sugawa Korry beri penghormatan terakhir untuk mantan Bupati Klungkung dan mantan Ketua DPD II Golkar Klungkung, Tjokorda Gde Ngurah. -IST

Sementara Golkar Bali memberikan penghormatan dan pelepasan terakhir terhadap jenazah Bupati Klungkung periode 1998-2003 sekaligus Ketua DPD II Golkar Klungkung periode 1992-1997, Tjokorda Gde Ngurah (Tjok Ngurah), menjelang proses palebon, Minggu siang kemarin.

Pelepasan dan penghormatan terakhir jenazah politisi Golkar yang pernah menjadi Ketua Badan Legislatif (Baleg) DPRD Bali periode 2009-2014 ini dipimpin Ketua DPD I Golkar Bali Nyoman Sugawa Korry (bertindak sebagai inspektur upacara). Sugawa Korry didampingi Komandan Peleton Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Bali Anak Agung Amertajaya, Ketua OKK DPD Golkar Bali Dewa Made Suamba Negara dan pengurus Golkar Klungkung lainnya.

Jenazah diberangkatkan dari Puri Semarabawa, Kelurahan Semarapura Kelod, Kecamatan Klungkung sekitar pukul 11.00 Wita. Sebelum iring-iringan menuju pagesengan (pembakaran) Tegallingah, Desa Adat Semarapura, Klungkung, prosesi upacara pelepasan digelar Golkar Bali. Kader Golkar Bali dan Klungkung kemudian bergabung dengan masyarakat mengantar almarhum ke peristirahatan terakhir.

Sugawa Korry menjelaskan, upacara dan pelepasan jenazah mantan pimpinan Golkar dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan Partai Golkar terhadap kader dan tokoh  yang berjasa kepada partai. "Beliau (Tjok Ngurah, Red) berjasa kepada Partai Golkar. Tjok Ngurah telah ikut membangun dan membela Partai Golkar, baik saat masa jaya dan masa sulit Partai Golkar," ujar Sugawa Korry. Kata dia, tradisi Partai Golkar memberikan penghormatan kepada tokoh dan kader ini menjadi tradisi di partai.

"Dalam masa mendatang, kita berharap ini menjadi motivasi kader-kader partai untuk melanjutkan perjuangan Partai Golkar. Karena dinamika dan perjuangan kedepan akan terus menghadapi berbagai tantangan," jelas politisi asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng yang juga Wakil Ketua DPRD Bali ini. Sugawa Korry juga menyampaikan dukungan keluarga almarhum terhadap Partai Golkar bisa berkelanjutan. "Atas nama jajaran Partai Golkar di seluruh Bali, kami mengucapkan terima kasih atas pengabdian almarhum dan dukungan keluarga serta masyarakat Klungkung kepada Partai Golkar," tegas mantan Ketua DPD II Golkar Klungkung. 7 wan, nat

Komentar