nusabali

2 Tandon di Pancardawa Ditarik

  • www.nusabali.com-2-tandon-di-pancardawa-ditarik
  • www.nusabali.com-2-tandon-di-pancardawa-ditarik

Penarikan 2 unit tandon di Pancardawa, Kelurahan Pendem, karena sudah dibuatkan keran air bersih untuk umum.

NEGARA, NusaBali
Dua dari tiga tandon yang dipasang untuk membantu distribusi air bersih di Lingkungan Pancardawa, Kelurahan Pendem, Kecamatan/Kabupaten Jembrana, ditarik pada Selasa (12/9). Kedua tandon itu ditarik setelah pemerintah kelurahan setempat membuat sambungan keran air umum di wilayah setempat. 

Penarikan dua tandon oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana, itu dilakukan sekalian dengan pendistribusian air bersih ke Lingkuangan Pancardawa dan Lingkungan Dewasana, Kelurahan Pendem. Saat ini, di masing-masing lingkungan itu masih dipasang satu tandon. 

Lurah Pendem I Putu Eko Darma Wirawan, Selasa kemarin, mengatakan sambungan keran umum itu dibuat jajaranya bersama tim gabungan di kelurahan. Keran umum itu diadakan secara swadaya dengan menata pendistribusian air dari sumber air swadaya di wilayah setempat. Dari pengecekan bersama tim gabungan beberapa waktu lalu, diketahui masih ada air pada sumber air di pegunungan.

Namun, menurut Eko, ternyata ada beberapa oknum masyarakat yang mengambil air langsung di sumber induk. Hal itu membuat air yang masuk ke bak penampungan menjadi berkurang, sehingga akhirnya banyak masyarakat yang tidak kebagian air. “Jadi itu yang kami tata. Sambungan yang ke rumah-rumah kami tutup, sehingga air yang ada kami bagi dengan membuatkan jaringan untuk keran umum,” ujarnya. 

Saat ini, Eko menyebut, sudah ada 11 titik keran air umum yang disebar di wilayah sekitar. Nantinya juga ada rencana menambah 13 titik keran air umum sehingga masyarakat di Lingkungan Pancardawa dan Lingkungan Dewasana yang sebelumnya menghadapi krisis air bersih, dapat lebih mudah mengakses keran air umum tersebut. 

“Karena sudah ada keran umum itu, kita persilakan tandon ditarik. Tetapi untuk jaga-jaga, semisal sambungan pipa putus atau kendala, sekarang masih disediakan 2 tandon (masing-masing di Pancardawa dan Dewasana),” ucap Eko.
Sementara Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jembrana I Putu Agus Artana Putra, mengatakan sempat menempatkan 3 tandon di Lingkungan Pancardawa dan 1 tandon di Lingkuangan Dewasana. Namun 2 tandon yang di Pancardawa ditarik karena sudah ada keran air umum di wilayah setempat. 

“Jadi total tandon yang masih dipasang saat ini ada 4 unit. Masing-masing 1 tandon di Lingkungan Pancardawa dan Lingkungan Dewasana. Kemudian 2 tandon kami pasang kemarin (Senin, 11/9) di Banjar Sekar Pancasari (Desa Mendoyo Dauh Tukad, Kecamatan Mendoyo),” ujar Agus Artana. 

Agus Artana mengatakan, dengan ditariknya 2 tandon di Pancardawa itu, saat ini masih ada sisa stok 5 tandon di BPBD Jembrana. Selain milik Pemkab Jembrana, beberapa tandon itu juga termasuk tandon bantuan dari Balai Prasarana Permukiman (BPP) Wilayah Bali di Denpasar. “Dari BPP kita dibantu 5 tandon. Dari 5 tandon itu, 2 di antaranya itu yang kemarin kami pasang di Sekar Pancasari. Dengan 2 tandon yang tadi kita tarik di Pancardawa, sekarang di kantor masih ada 5 tandon,” ucap Agus Artana. 

Hingga saat ini, Agus Artana menyebut belum ada lagi tambahan wilayah yang mengalami kekeringan. Namun tandon itu tetap disiapkan untuk antisipasi ketika kekeringan semakin meluas. “Pendistribusian air bersih juga masih terus kami lakukan. Total sejak 16 Agustus sampai hari ini (Selasa kemarin), sudah ada 134.900 liter air bersih yang distribusikan,” tandas Agus Artana. 7 ode

Komentar