nusabali

Awas! Akun WA Palsu Mengaku Pj Gubernur

Sekda: Jangan Sampai Ada yang Kena Tipu

  • www.nusabali.com-awas-akun-wa-palsu-mengaku-pj-gubernur

DENPASAR, NusaBali - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra mengungkap dirinya mendapatkan laporan ada akun Whatsapp (WA) palsu menggunakan foto profil Pj Gubernur Bali untuk meminta uang.

Sehubungan dengan beredarnya akun Whatsapp bodong menggunakan profil Penjabat (Pj) Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya dengan modus meminta transfer uang itu, Sekda Dewa Made Indra meminta siapapun pihak yang dihubungi diimbau untuk tidak menanggapi telepon atau kiriman pesan dari orang yang mengaku Pj Gubernur Bali tersebut.

“Saya mendapat laporan ada akun Whatsapp menggunakan foto profil Bapak Pj Gubernur Bali dan meminta uang,” kata Sekda Dewa Indra dalam rilis yang diterima NusaBali, Rabu (6/9) malam. Birokrat asal Desa Pemaron, Buleleng ini memastikan bahwa pesan yang dikirimkan oleh nomor telepon 082240078887 dengan menggunakan foto profil Pj Gubernur Bali saat dilantik di Jakarta, Selasa (5/9) itu adalah nomor palsu.

“Saya minta semua jajaran khususnya di Pemprov Bali untuk tidak menanggapi telepon atau WA dari nomor ini. Ini penipuan, jangan sampai ada yang kena tipu,” ujar Dewa Indra. Dia juga meminta kepada masyarakat untuk berhati-hati jika ada pesan-pesan mencurigakan yang mengatasnamakan pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali. “Konfirmasi dahulu kepada Pemprov Bali, apalagi yang melibatkan permintaan transfer uang,” kata mantan Kalaksa BPBD Provinsi Bali ini.

Seperti diketahui Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melantik Penjabat (Pj) Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya di Sasana Bhakti Praja Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Selasa (5/9) pagi. Pj Gubernur Mahendra Jaya akan memimpin Bali selama setahun ke depan dan memungkinkan diperpanjang hingga Gubernur Bali definitif hasil Pilkada 2024 dilantik.

Dalam kesempatan tersebut, selain melantik Mahendra Jaya sebagai Pj Gubernur Bali, Mendagri juga melantik delapan Pj Gubernur lainnya, yakni Pj Gubernur Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Papua. Mendagri Tito Karnavian dalam sambutannya mengatakan Pj Gubernur akan menjadi pemimpin tertinggi di masing-masing daerahnya dan akan mengisi kekosongan kepemimpinan selama proses Pilkada berlangsung.

Sementara seremoni serah terima jabatan rencananya akan dilaksanakan pada, Jumat (8/9) mengambil tempat di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali (Art Centre) Denpasar. Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Bali, I Ketut Sukra Negara mengungkapkan dirinya telah berkomunikasi dengan Pj Gubernur Mahendra Jaya dan Gubernur Bali sebelumnya Wayan Koster, dan diputuskan melakukan upacara serah terima jabatan pada Jumat nanti.

"Sudah melakukan komunikasi, tanggal ini beliau (Pj Gubernur Bali) yang meminta," ujar Sukra Negara. Dalam seremoni tersebut nantinya Pj Gubernur Mahendra Jaya akan menerima buku memori dari Gubernur Bali sebelumnya Wayan Koster. Buku tersebut, kata Sukra Negara, berisikan hal-hal yang sudah dilakukan dan apa yang belum dilakukan oleh  gubernur Bali sebelumnya. Sukra Negara mengungkapkan, Pj Gubernur memiliki hak dan kewenangan yang sama dengan gubernur definitif. 7 nat

Komentar