nusabali

Basarnas Kawal Mulang Pakelem di Segara Ujung

  • www.nusabali.com-basarnas-kawal-mulang-pakelem-di-segara-ujung

AMLAPURA, NusaBali - Kepala Pos Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas (Badan Search and Rescue Nasional) Karangasem I Gusti Ngurah Eka mengawal upacara Mulang Pakelem saat upacara Melasti di Segara Pantai Ujung Pesisi, Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem, Buda Pon Pujut, Rabu (30/8).

Melasti ini terkait jelang piodalan di Pura Jagatnatha Karangasem, puncaknya pada Purnama Katiga, Wraspati Wage Pujut, Kamis (31/8) ini.

Ngurah Eka melibatkan lima anggotanya. Saat Mulang Pakelem menghadirkan lima pamangku, semuanya mengenakan pakaian seragam Basarnas, lengkap dengan pelampung. Petugas Basarnas mengawal menggunakan rubber boat di tengah cuaca cerah dan gelombang relatif rendah. “Saya ngayah dengan cara mengawal segenap jro pamangku, saat menggelar upacara mulang pakelem, prosesinya berjalan lancar,” jelasnya.

Lima pamangku yang menggelar upacara Mulang Pakelem sebagai bentuk persembahan untuk Ida Bhatara Baruna, yang merupakan penguasa lautan. Upacara dilanjutkan Nunas Tirtha untuk jatu utama pelengkap upacara piodalan di Pura Jagatnatha Karangasem.

I Gusti Mangku Prayuta yang mengkoordinasikan lima pamangku saat upacara Mulang Pakelem. Selanjutnya, saat Mendak Ida BhataraTirtha diantarkan Jro Mangku Wayan Suter.

Saat puncak Melasti, dua sulinggih muput yakni Ida Pedanda Gede Meranggi Dwi Putra dari Griya Pendem, Lingkungan Pendem, Kelurahan/Kecamatan Karangasem, dan Ida Pedanda Gede Jelantik Padang dari Griya Padang, Banjar Triwangsa, Desa Budakeling, Kecamatan Bebandem.

Saat perjalanan Melasti dari Pura Jagatnatha menuju Pantai Ujung Pesisi, pangayah yang mundut pralingga dan pratima, mahasiswa STKIP (Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Hindu Amlapura, penyuluh Agama Hindu, pengurus OSIS SMA dan SMK se-Karangasem, dan pangayah lainnya.

Sedangkan saat Ida Bhatara kembali dari Pantai Ujung Pesisi, yang ngayah mundut pralingga dan pratima, warga dari Desa Adat Susuan, Kecamatan Karangasem. Pangayah menabuh blaganjur, dari Desa Adat Susuan, Desa Adat Tampuagan, dan Desa Adat Padangkerta.

Ketua Panitia I Putu Arnawa mengatakan, piodalan ini terlaksana setiap setahun sekali, tetapi piodalan besar ditandai melasti setiap dua tahun sekali. “Melasti ini menyucikan seluruh pralingga dan pratima Ida Bhatara, sambil mohon tirtha kepada Ida Bhatara Baruna,” jelas I Putu Arnawa yang didampingi Sekretaris I Wayan Witrawan, Wakil Ketua I Wayan Astika, Bendahara I Putu Gede Mahendra.

Hadir saat upacara Melasti, Sekda I Ketut Sedana Mertha, Asisten I I Wayan Purna, Inspektur pada Inspektorat Daerah Ida Bagus Putu Suastika, Ketua PHDI Dr Ni Nengah Rustini dan undangan lainnya.7k16

Komentar