nusabali

Mengenang AA Pandji Tisna dan Kecintaannya Terhadap Sastra

Melongok The Little Museum Pandji Tisna di Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, Buleleng

  • www.nusabali.com-mengenang-aa-pandji-tisna-dan-kecintaannya-terhadap-sastra
  • www.nusabali.com-mengenang-aa-pandji-tisna-dan-kecintaannya-terhadap-sastra

Museum didirikan di Hotel Mandala Giri di kawasan Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, Buleleng, karena tempat tersebut merupakan sejarah awal digagasnya nama Lovina

SINGARAJA, NusaBali
Akhir pekan lalu, kawasan wisata Pantai Lovina, Buleleng menjadi pusat perhatian bagi ribuan wisatawan. Tepat di Pantai Binaria, digelar Lovina Festival selama tiga hari mulai 21 Juli 2023 hingga 23 Juli 2023. Di festival tersebut, banyak kesenian khas Buleleng yang ditampilkan. Nama Lovina sendiri dicetuskan oleh Anak Agung Pandji Tisna, keturunan ke-11 Raja Buleleng, Anglurah Pandji Sakti. AA Pandji Tisna juga dikenal sebagai sastrawan. Novelnya yang terkenal dan dibaca banyak orang, di antaranya adalah Sukreni Gadis Bali dan Ni Rawit Ceti Penjual Orang.

Di kawasan Lovina ternyata terdapat museum untuk mengenang Pandji Tisna, yakni The Little Museum Pandji Tisna yang didirikan di Hotel Mandala Giri di kawasan Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, Buleleng. Ahli Sastra The Little Museum Panji Tisna, Wayan Artika mengatakan museum tersebut didirikan oleh Agung Brawida, cucu dari Pandji Tisna.

Museum tersebut didirikan, karena kecintaannya terhadap sastra. Selain itu, inspirasi tersebut muncul karena Brawida sering melihat museum sastra di Eropa. Sehingga, akhirnya dia mendirikan The Little Museum Panji Tisna yang didirikan di Hotel Mandala Giri. Tempat itu seolah menjadi saksi dari perjalanan hidup Pandji Tisna.

Di dalam museum terdapat sejumlah koleksi buku sastra karua Pandji Tisna. Ada pula mesin ketik yang tampak berusia tua yang dulu sering dipakai oleh Pandji Tisna untuk menulis karya sastra dan sebagainya. Di dinding terpajang lukisan potrait Pandji Tisna. Kata Artika, saat ini museum tersebut masih mirip perpustakaan. Juga belum banyak koleksi yang berkaitan dengan Panji Tisna. Saat ini, di museum tersebut ada beberapa koleksi foto dari Pandji Tisna, silsilah, salinan karya, dan mesin ketik kuno

"Museum ini yang terpenting bukan pada koleksi, namun nama besar Pandji Tisna. Seorang tokoh sastrawan terkenal Indonesia. Tempat itu akan dijadikan untuk kegiatan-kegiatan sastra. Kami juga sedang cari koleksinya," ucapnya, Rabu (26/7) di Buleleng. Ia menjelaskan, museum didirikan di tempat tersebut, karena tempat tersebut merupakan sejarah awal digagasnya nama Lovina. Seperti diketahui, nama Lovina diambil dari singkatan Bahasa Inggris (Love) yang artinya ‘Cinta’ dan Bahasa Bali (Ina) yang artinya ‘Ibu’ yang diartikan dengan Cinta Ibu Pertiwi. Sejarah Lovina, lanjut Artika, berawal dari Pandji Tisna yang berkebun jeruk di daerah tersebut pada tahun 1954 silam.

Pandji Tisna lalu membangun tempat wisata hotel dan restoran yang dibangun di dekat Tukad Cebol, Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, yang bisa memberikan keuntungan bagi warga setempat. Kawasan yang dibangun itu pun berkembang pesat hingga kini. "Lama kelamaan Tukad Cebol di Desa Kaliasem, dikenal sebagai Lovina. Kemudian menjadi seperti merek dagang industri pariwisata. Setiap hotel yang dibangun dari Pantai Penimbangan ke barat sampai wilayah Seririt diberi nama Lovina," papar Artika yang juga dosen Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Singaraja ini.

Kata Artika, saat Agung Brawida meninggal museum yang dibangun untuk mengenang jasa Pandji Tisna pun sempat terbengkalai. Museum sempat ditutup dan tidak menerima kunjungan. Dirinya mencoba untuk kembali membangkitkan museum tersebut melalui program pengabdian. Namun usahanya tersebut sempat terhalang dari keluarga ahli waris Brawida. Museum tersebut, akhirnya bisa kembali dibangkitkan dengan putra Brawida yang bernama Anak Agung Ngurah Teguh Kosala.

"Saat ini dia (AA Ngurah Teguh Kosala) yang jadi kepala museum. Sejak saat itu kita bangun meseum dengan data koleksi, publikasi dan memperkenalkan ke masyarakat. Itu akan dijadikan pusat pengembangan sastra Pandji Tisna," tutupnya. 7 mzk

Komentar