nusabali

BLiP Rangkul Perajin Dulang Desa Bresela Naik Kelas dan Go Digital

  • www.nusabali.com-blip-rangkul-perajin-dulang-desa-bresela-naik-kelas-dan-go-digital
  • www.nusabali.com-blip-rangkul-perajin-dulang-desa-bresela-naik-kelas-dan-go-digital

GIANYAR, NusaBali.com - BLiP melalui PT Semua Aplikasi Indonesia merangkul para perajin dulang di Desa Bresela, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar untuk naik kelas dan go digital lewat kelas social media marketing di Sanggraloka Farm, Kamis (13/7/2023) pagi.

Kelas yang difasilitasi corporate social responsibility (CSR) dua BUMN, PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) ini, mempercayakan capacity building para perajin kepada BLiP.

Sebagai perusahaan yang memiliki pengalaman 15 tahun dalam menyediakan solusi ekosistem digital bagi individu dan bisnis, BLiP mempunyai tanggung jawab moral memajukan UMKM melalui digitalisasi. Di mana, hilirnya adalah meningkatkan kesejahteraan para pelaku UMKM.

CEO PT Semua Aplikasi Indonesia yang didaulat jadi mentor para perajin, Sofian Hadi menuturkan, sektor UMKM sudah saatnya go digital. Langkah ini dapat dimulai dengan membangun perspektif bahwa pemanfaatan teknologi digital sama dengan mengatrol cuan dan memperluas area pemasaran.

"UMKM di Bali sudah harus naik kelas, sudah harus bisa jualan online, mengerti pemasaran di media sosial. Biar apa? Biar nanti mereka bisa mandiri dan pemasukannya meningkat," tutur Hadi di sela acara.

Hadi melihat potensi besar ini bisa diterapkan untuk para perajin dulang Bali di Desa Bresela. Sebab, desa yang sudah dijamah pariwisata ini memiliki sentra kerajinan dulang ukir fiber-resin yang menjadi tumpuan ekonomi sebagian besar warga.

Hanya saja, literasi para perajin terhadap pemanfaatan dunia digital yang lebih jauh masih perlu diasah. Pemahaman soal pentingnya dan murahnya pemasaran daring bukan hanya berjualan di toko pun perlu diperkenalkan lebih dalam.

"Dari pengalaman saya mengajar pelaku UMKM di Bali, mereka belum cukup siap. Saya tidak bilang semua UMKM. Untuk hal basic seperti minimal punya email, tidak kaku menggunakan chat platform, dan minimal tahu akun Instagramnya apa. Mereka belum sampai sejauh itu," beber Hadi.

Meskipun demikian, Hadi melihat teknologi digital untuk bisnis dari masa ke masa sudah semakin ramah untuk semua usia dan latar belakang pengguna. Yang masih menjadi pekerjaan rumah adalah memenetrasi pelaku UMKM sehingga bisa lebih awam dengan pemanfaatan ekosistem digital dalam berusaha.

Terkait hal ini, BLiP sendiri memiliki paket khusus untuk pelaku UMKM seperti konsultasi strategi pemasaran digital. Selain itu, ada pula paket internet untuk ultra mikro dengan harga khusus.

Kata Hadi, keberadaan koneksi internet sangat krusial karena merupakan fondasi apabila ingin go digital. Sementara soal konsultasi pemasaran digital, pria asal Jawa Timur ini menyebut BLiP melayani konsultasi UMKM dengan harga nol rupiah alias gratis.

"Untuk UMKM, kami menyediakan layanan konsultasi gratis, mereka mau maju dan naik kelasnya seperti apa. Karena begitu UMKM itu pendapatannya naik juga bakal berimbas ke kemajuan BLiP," imbuh Hadi.

Pada Kamis pagi di Sanggraloka Farm, BLiP menargetkan para perajin minimal sudah mampu mengubah perspektif pemanfaatan teknologi digital. Terutama soal meluruskan citra dunia digital yang terlalu seram dan mahal bagi pelaku UMKM.

Selanjutnya semua perajin diharapkan sudah memiliki akun media sosial dan bisa membuat konten pemasaran yang lebih baik dari sebelumnya. Karena dengan begitu, bakal menarik konsumen lebih banyak dan mengekspansi pasar tanpa batas di jagat maya.

Di lain sisi, salah satu perajin yang terlibat, IA Pradnya Dewi mengaku sangat terbantu dengan pengetahuan baru yang diberikan BLiP. Pemilik Toko Dewi Cha Grosir ini mengaku termotivasi untuk meluaskan pangsa pasarnya melalui pemasaran digital.

"Apa yang dipaparkan Mas Sofian Hadi sangat membantu kami para perajin di Desa Bresela. Hal ini memperkuat pemasaran kami agar bisa mencapai ke dunia luar," jelas pengusaha dan perajin dulang yang akrab disapa Dayu Dewi Cha.

Dayu Dewi Cha adalah salah satu pengepul dulang produksi sedikitnya 20-an kelompok perajin di Desa Bresela. Toko Dewi Cha menjadi pintu keluar pemasaran para perajin yang memasok produksi dulang ke tokonya.

Untuk itu, Dayu berharap besar apa yang sudah dipelajari dan dilatih di bawah mentor BLiP bisa mengatrol penjualan. Begitu pula taraf kesejahteraan perajin yang memasok produksi ke Toko Dewi Cha Grosir.

Pemimpin PNM Cabang Denpasar Darwis Hadi Pondang mengungkapkan, capacity building dari para perajin binaan PT Adhi Karya (Persero) Tbk ini adalah kolaborasi ke sekian bersama BLiP. Selain soal pelatihan, fasilitas marketplace yang bisa disediakan BLiP juga menjadi alasan PNM memilih BLiP.

"BLiP dan kami itu membentuk sinergi di bidang e-commerce. Karena selain e-commerce dengan merek yang dikenal ada di pasaran saat ini, BLiP adalah salah satu di antaranya," kata Darwis.

Sementara itu, pemilihan topik social media marketing ini merupakan bentuk respons terhadap kondisi para perajin pasca pandemi. Senior CSR & TJSL PT Adhi Karya (Persero) Tbk Sri Mulyono menjelaskan, produksi para perajin menganggur sehingga perlu dipasarkan dengan lebih baik melalui medium digital.

"Kami membina para perajin sejak 2021. Pada waktu pandemi, banyak produksi perajin yang tidak terjual. Untuk itu, diperlukan kiat khusus agar stok produksi itu bisa terjual dengan lebih baik," ujar Mulyono. *rat

Komentar