nusabali

Monyet Liar Ganggu Wisatawan, Forum Dokter Hewan Peduli Gelar Vaksinasi dan Sterilisasi

  • www.nusabali.com-monyet-liar-ganggu-wisatawan-forum-dokter-hewan-peduli-gelar-vaksinasi-dan-sterilisasi
  • www.nusabali.com-monyet-liar-ganggu-wisatawan-forum-dokter-hewan-peduli-gelar-vaksinasi-dan-sterilisasi

MANGUPURA, NusaBali.com – Forum Dokter Hewan Peduli melakukan bakti sosial berupa pemberian vaksinasi dan sterilisasi untuk pencegahan rabies dan perkembangan monyet dan anjing liar.

Pelaksanaan kegiatan ini bekerjasama dengan Ikatan Alumni Universitas Udayana di kawasan Pura Karang Boma, Kuta Selatan, Badung, Bali pada Minggu (10/7/2023) siang.

Wakil Ketua Forum Dokter Hewan Peduli, Drh Dewa Made Hartanaya menerangkan pelaksanaan vaksinasi dan sterilisasi dilakukan karena banyaknya monyet liar di kawasan tersebut yang mengganggu wisatawan di Canna Bali.

“Ini merupakan permintaan Canna Bali sebab terlalu banyak populasi monyet sekitar yang sering masuk ke restoran dan mengganggu tamu di sana,” terangnya pada Minggu (9/7/2023) sore.

Dalam vaksinasi tersebut sebanyak 22 ekor anjing dan monyet yang berhasil dilakukan vaksinasi dan sterilisasi. Jumlah tersebut diantaranya 10 ekor anjing liar dan empat ekor monyet liar yang berhasil divaksinasi. Serta empat ekor anjing liar dan empat ekor monyet yang berhasil disterilisasi.

Menurut Dewa, untuk saat ini monyet-monyet yang ada di kawasan Pura Karang Boma tergolong monyet yang tidak jinak dan sedikit berbahaya. Sehingga menangkap dan injeksi monyet di kawasan tersebut dirasanya tidaklah mudah.

“Monyet liar berkelompok dan sedikit berbahaya. Kalau monyet banyak, tidak dapat makanan, otomatis mencari makanan ke restoran. Ini sampai ada dokter hewan mengejar monyet yang sembunyi di pohon setelah terkena tembakan bius,” tuturnya.

Lebih lanjut ia jelaskan, kegiatan vaksinasi dan sterilisasi di kawasan Pura Karang Boma akan dilaksanakan kembali. Ia percaya, dengan adanya kegiatan vaksinasi dan sterilisasi tersebut dapat menyehatkan dan mengontrol populasi monyet dan anjing liar. Sekaligus membuat wisatawan dapat berlibur dengan nyaman tanpa adanya gangguan dari monyet dan anjing liar.

“Kegiatan ini pasti akan berkelanjutan setelah Hari Raya Galungan dengan strategi yang baru,” tutupnya. *ris

Komentar