nusabali

Panitia Karya di Pura Besakih Stop Sampah Plastik, Banten Pamedek Wajib Pemeriksaan

  • www.nusabali.com-panitia-karya-di-pura-besakih-stop-sampah-plastik-banten-pamedek-wajib-pemeriksaan

Tiap pamedek yang menjalani pemeriksaan dengan sukarela menyerahkan banten yang mereka bawa.

AMLAPURA, NusaBali
Seluruh upakara bawaan pamedek sebelum persembahyangan di Pura Besakih, wajib melalui pemeriksaan petugas. Tujuannya agar tidak ada pamedek yang menggunakan pembungkus plastik terutama  tas kresek. Jika ketahuan ada, petugas langsung melepas tas tersebut.Maka, pamedek membawa upakara hanya pakai keben, atau tas berbahan organik sekali pakai. "Semua pamedek tanpa kecuali, upakara yang mereka bawa wajib melalui pemeriksaan petugas," jelas I Gusti Lanang Muliarta, Kepala Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih, di ruang kerjanya, Banjar Besakih Kangin, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Minggu (9/4).

Setelah kendaraan pamedek parkir di area parkir Pura Manik Mas Besakih, berlanjut jalan kaki mesti melintasi pemeriksaan di depan Candi Bentar Agung Pura Besakih, di Banjar Besakih Kangin, Desa Besakih. Petugas pun banyak menemukan upakara bawaan pamedek yang menggunakan keben, kemudian di luarnya dibungkus tas kresek. Maka, petugas melepas kresek itu. Bahkan petugas juga memeriksa banten di dalam keben, terungkap dalam keben terselip bunga untuk sembahyang dibungkus kresek. "Kresek itu juga kami amankan, lalu bunga milik pamedek kami pindahkan dengan tas sekali pakai yang telah tersedia di ruang pemeriksaan," jelasnya.

Tercatat 33 petugas yang menjaga secara bergantian. Mereka dibagai tiga shift, yakni siang, sore, dan malam. Petugas ini berasal dari 11 banjar adat se-Desa Adat Besakih, yakni Banjar Adat Kunyit, Besakih Kawan, Batumadeg, Kiduling Kreteg, Besakih Kangin, Palak, Kedundung, Batang, Angsoka, Puragai dan Keladian. Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Besakih merekrut tiga petugas dari tiap banjar adat tersebut.

Tiap pamedek yang menjalani pemeriksaan dengan sukarela menyerahkan banten yang mereka bawa. Tidak ada yang merasa keberatan. Setelah upakara milik pamedek diperiksa, lalu pamedek melanjutkan perjalanan untuk persembahyangan. Bagi pamedek lansia, anak-anak, dan disabilitas, dilayani dengan mobil listrik. Pamedek lainnya wajib jalan kaki sejauh sekitar 800 meter, dari Pura Manik Mas Besakih - Pura Penataran Agung Besakih, dan sekitarnya.

Berkat kerja keras Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih, salah satunya dengan menertibkan upakara milik pamedek, dengan melarang gunakan pembungkus kresek, pamedek makin tertib, mengurangi adanya sampah plastik. Terlebih lagi usai sembahyang, pamedek wajib membawa sendiri bekas upakara sehingga areal sembahyang tetap bersih.

Di bagian lain, mantan Bupati Karangasem I Wayan Geredeg mengapresiasi kesigapan petugas Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih. "Saya setuju, sikap tegas petugas menertibkan upakara berbungkus kresek. Sehingga pamedek jadi lebih tertib dari sebelumnya," jelasnya saat ditemui di Pura Besakih. *k16

Komentar