nusabali

Bakesbangpol Badung Bantah Ada Kampung Turis

  • www.nusabali.com-bakesbangpol-badung-bantah-ada-kampung-turis

MANGUPURA, NusaBali - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Badung turut andil mengecek keberadaan orang asing yang kerap bikin resah dan berulah di wilayah Badung belakangan ini.

Penelusuran terkait adanya kampung khusus turis juga menjadi atensi, utamanya dalam penyebaran paham radikal. Namun, temuan di lapangan tidak ada indikasi adanya kampung turis seperti yang beredar luas di tengah masyarakat.

Kepala Bakesbangpol Badung I Nyoman Suendi, mengatakan keberadaan orang asing yang selama ini sering diisukan membuat kampung tertentu di wilayah Bali khususnya Badung memang sempat meresahkan masyarakat. “Makanya kami bersama tim langsung melakukan pengawasan secara mendalam. Dari pengawasan yang dilakukan, tidak ditemukan adanya pelanggaran berkaitan dengan tindakan meresahkan, terutama berkaitan penyebaran radikalisme. Sementara, untuk kampung turis juga sama sekali tidak benar adanya,” katanya.

Menurut Suendi, yang terjadi di lapangan memang ada wisatawan yang menyewa akomodasi bersama, tapi itu bukan kampung turis seperti belakangan banyak beredar di masyarakat. Meski akomodasi yang disewa bersama, tim tetap melakukan pengawasan sesuai dengan kewenangan masing-masing. Untuk Kesbangpol sendiri, khususnya terkait dengan pendekatan ideologi, apakah ada penyebaran ideologi tertentu kepada masyarakat. “Artinya selama tidak membuat masalah, ini tidak menjadi persoalan. Sama halnya dulu Legian dan Kuta disebut kampung turis, itu biasa. Untuk saat ini di Bandung aman-aman saja,” katanya.

Walau begitu, dia berharap masyarakat semakin peduli memberikan informasi secara terbuka. Kepala Lingkungan juga diberikan prioritas untuk memberikan informasi karena menjadi ujung tombak pengawasan orang asing. “Dari informasi para Kepala Lingkungan ini, maka siapa yang akan melakukan apa, bergantung pada tindakan yang dilakukan. Selama ini memang tidak ada ditemukan ada wisatawan yang berlibur di Bali membawa paham radikal. Intinya aman, apalagi semua masyarakat ikut berkontribusi memberikan informasi,” kata Suendi.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung I Nyoman Rudiarta, mengatakan terkait isu kampung turis, sebenarnya sah-sah saja. Karena menurutnya, itu bukan merupakan kampung turis sesungguhnya, karena masyarakat saja yang menyebut hal itu sebagai kampung turis. Sama dengan penyebutan nama kampung Jawa, kampung Bali, di satu daerah tertentu, itu hal yang wajar.

“Jadi prinsipnya sekarang wisatawan yang datang ke Bali, menginap di satu vila yang mungkin kamarnya lumayan banyak, mereka berkumpul di sana, kemungkinan karena masalah keamanan dan kenyamanan. Itu sah-sah saja, selama mereka ikut aturan yang ada dan memberi kontribusi positif untuk Bali dan Indonesia,” ujarnya. 7 dar

Komentar