nusabali

Kondisi Korban Mulai Membaik

  • www.nusabali.com-kondisi-korban-mulai-membaik

Pasca dirawat di RS Pratama, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, kondisi korban keracunan terus membaik. Rencananya 9 dari 10 korban yang masih dirawat akan dipulangkan, Senin (5/6) hari ini.

Warga Songan Keracunan Tape Singkong


BANGLI, NusaBali
Hal tersebut diungkapkan Kapolsek Kintamani Kompol Putu Gunawan, Minggu (4/6). Dikatakannya, korban yang dirawat 10 orang, dan 9 orang di antaranya sudah boleh pulang karena kondisinya sudah pulih. Tetapi masih ada proses administrasi, sehingga 9 korban ini dipulangkan pada hari Senin. “Ada satu korban yang masih perlu perawatan, jadi belum bisa pulang,” ucap Kompol Gunawan.

Korban yang masih perlu perawatan intensif adalah Ni Jero Suma, 34, Korban keracunan di Banjar Kayuselem, Desa Songan B. Disampaikan bahwa yang bersangkutan masih mengalami muntaber. “Jero Suma masih perlu perawatan, kalau yang lain sudah bisa pulang,” imbuh Kompol Gunawan.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli dr I Nengah Nadi mengatakan pihaknya masih menunggu hasil uji lab. “Kami masih menunggu uji lab, Senin ini kemungkinan hasilnya sudah keluar,” ujarnya. Pihaknya mengimbau warga untuk tidak mengkonsumsi sisa tape yang diduga sumber pemicu keracunan.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 27 orang dari Banjar Kayuselem, Banjar Bukit Tungtung, Banjar Munduk Lantang, Banjar Balingkang, Desa Songan B, Kecamatan Kintamani, dan Banjar Bantas, Desa Songan A, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, mengalami keracunan setelah memakan tape singkong. Para korban keracunan dilarikan ke RS Pratama, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem. Hingga Sabtu (3/6), sepuluh warga masih menjalani perawatan.

Peristiwa tersebut bermula saat para korban membeli tape singkong pada Ni Kari, 40, Rabu (31/5) pagi. Baru pada Kamis (1/6), warga yang makan tape singkong mengalami gejala keracunan seperti mual disertai muntah-mutah.

“Penanganan awal oleh tim medis, dari 27 warga yang keracunan, 17 di antaranya bisa pulang malam itu juga (Kamis, 1/6). Warga tidak ada yang melaporkan kejadian tersebut, sehingga baru ketahuan kemarin (Jumat, 2/6),” ungkap Kompol Gunawan, Sabtu (3/6). *e

Komentar