nusabali

Anggota Polisi asal Bangli Meninggal Saat Patroli di Selat Madura

  • www.nusabali.com-anggota-polisi-asal-bangli-meninggal-saat-patroli-di-selat-madura

BANGLI, NusaBali
Personel Dit Polairud Polda Jawa Timur, Bharada I Wayan Pasek Sukma Diana,23, meninggal dunia saat bertugas pada, Selasa (21/2).

Jenazah anggota Polri asal Banjar Penatahan, Desa/Kecamatan Susut, Bangli ini kini dititipkan di RSU Bangli. Pada Sukra Umanis Merakih, Jumat (24/2) rencana akan dilaksanakan upacara pembakaran atau makingsan ring gni.

Pantauan di rumah duka, para kerabat maupun warga sudah memenuhi rumah duka pada, Rabu (22/2) malam. Menurut salah satu paman Bharada Wayan Pasek, yakni I Nyoman Setiawan, pada Selasa sore dari Dit Polairud Polda Bali datang ke rumah. Kehadiran petugas tersebut untuk menyampaikan kabar bahwa Bharada Wayan Pasek meninggal. "Kabar duka disampaikan langsung Dir Polairud dan Wadir. Jadi kabar tidak disampaikan melalui telepon," ungkapnya.

Disampaikan jika almarhum meninggal saat menjalankan tugas, yakni patroli di Selat Madura, Jawa Timur. Namun demikian, pihaknya tidak secara detail menceritakan ikhwal atau kronologis kejadian. "Kami diceritakan kronologis kejadian, tapi karena posisi shock, jadi kami tidak mendengar secara jelas," akunya.

Bharada Wayan Pasek meninggal, Selasa kemudian jenazah langsung diberangkatkan dari Surabaya ke Bali pada Rabu pagi. Jenasah tiba di Bangli sekitar pukul 10.00 Wita. Oleh pihak keluarga, jenazah dititipkan sementara di RSU Bangli. Menurut Nyoman Setiawan, jenazah dititipkan karena masih berlangsung pujawali atau piodalan di pura yang ada di Banjar Penatahan. "Malam ini dilaksanakan upacara nyineb, makanya jenazah dititip sementara di rumah sakit. Besok (Kamis) pagi jenazah baru dibawa pulang," jelas Setiawan.

Lanjutnya, pada Jumat pagi akan dilakukan prosesi nyiramin jenazah. Setelah itu jenazah dibawa ke setra untuk dilakukan pembakaran. Sedangkan untuk upacara ngaben akan dilakukan pada 1 Juli mendatang. Warga akan melaksanakan upacara ngaben massal. Bharada Wayan Pasek merupakan anak pertama dari pasangan suami istri (pasutri) I Nengah Sukendra Pasek dan Ni Nengah Sutresni. Almarhum ini diketahui resmi menjadi anggota Polri sejak dua tahun lalu.

Begitu menuntaskan pendidikannya, dirinya ditugaskan di Baharkam Mabes Polri. Kemudian sekitar 6 bulan terakhir diperbantukan di wilayah Polda Jatim. "BKO sekitar 6 bulan lalu. Selama bertugas keponakan saya ini tetap intens melakukan komunikasi dengan keluarga, baik telepon atau video call," sambung kerabat yang lainnya. Bahkan sehari sebelum kejadian, almarhum cukup lama video call dengan ayahnya. Rencana akan dilaksanakan upacara potong gigi.

Bharada Wayan Pasek berencana untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Namun dirinya masih berpikir untuk melanjutkan pendidikan di Bali atau Jakarta. Hal tersebut sempat dirundingkan dengan pamannya. "Ia mau meniti karir, salah satu dengan melanjutkan pendidikan dulu," ujarnya.

Diakui, almarhum sempat gagal dalam seleksi Bintara Polri. Sampai akhirnya lulus seleksi Tamtama Polri. Saat seleksi dirinya langsung melamar di Polairud. Untuk bisa lulus, almarhum rajin latihan terutama berenang. Saat di bangku SMP dan SMA dirinya merupakan atlet lari. Meski belum mengikuti ajang besar, namun ia cukup aktif di atletik. Almarhum dikenal sebagai anak penurut. Selain itu, meski tergolong pendiam ia cukup pandai bergaul dan disenangi anak kecil. Keluarga merasa terkejut atas kepergian Bharada Wayan Pasek.

Sementara terkait kronologis kejadian yang menyebabkan Bharada Wayan Pasek meninggal dunia dalam tugas, Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto yang dihubungi untuk konfirmasi semalam belum memberikan jawaban. *esa, pol

Komentar