nusabali

Empat PKBM Siap Selenggarakan UN

  • www.nusabali.com-empat-pkbm-siap-selenggarakan-un

Di Kabupaten Badung tercatat 10 pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM), tetapi hanya empat yang menyelenggarakan ujian nasional.

MANGUPURA, NusaBali

Pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) atau pendidikan kesetaraan yang ada di Kabupaten Badung siap mengikuti ujian nasional. Meski begitu, dari 10 PKBM yang tercatat di Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Badung, hanya empat PKBM saja yang mengikuti ujian, yakni, PKBM Mentari Fajar di Kecamatan Kuta Selatan, PKBM Widya Sentana di Kecamatan Kuta Utara, PKBM Widya Chandra di Kecamatan Kuta Utara, dan PKBM Widya Giri di Kecamatan Petang.

Kesiapan empat PKBM tersebut tidak saja pada jenjang Kejar Paket C setara SMA atau sederajat, melainkan juga pada Kejar Paket B setara SMP. Berbeda dengan Kejar Paket C dan Kejar Paket B, di jenjang Kejar Paket A atau setara SD tak mengikuti ujian nasional, melainkan ujian sekolah (US). Nah, dari empat PKBM tersebut hanya satu PKBM saja yang tidak melaksanakan US, yakni PKBM Widya Giri.

“Di Kabupaten Badung dari 10 hanya empat PKBM yang ikut ujian. Pada Kejar Paket C, sesuai data yang kami terima totalnya 223 siswa, dari empat PKBM. Kejar Paket B diikuti oleh 72 siswa, dan Kejar Paket A diikuti 21 siswa. Untuk PKBM Widya Giri tak ikut ujian sekolah karena tidak ada siswanya,” ujar Kepala Bidang Pembinaan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Non Formal Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Badung IB Ananta Wijaya, Minggu (26/2).

Walau tercatat ikut ujian nasional, tetapi menurut Ananta, dua PKBM yakni PKBM Widya Sentana dan PKBM Widya Giri tak dapat melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Sementara untuk dua PKBM lainnya yakni PKBM Mentari Fajar dan PKBM Widya Chandra dapat melaksanakan UNBK, meski meminjam tempat di sekolah lain yang memiliki komputer.

“PKBM Mentari Fajar melaksanakan UNBK di SMP Negeri 2 Kuta Selatan. PKBM Widya Chandra di SMA Negeri 4 Denpasar. Tapi ini bisa berubah tergantung apakah nanti ada perubahan dari sana (pihak PKBM, Red), karena kan harus mempertimbangkan kemampuan siswa juga,” kata Ananta.

Bagaimana dengan PKBM Widya Sentana dan PKBM Widya Giri? “Tetap ikut ujian. Tapi ujian nasional berbasis kertas atau paper based test (PBT),” imbuhnya.

Ujian nasional berbasis kertas atau PBT ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk model ujian bagi sekolah maupun PKBM yang belum memiliki perangkat komputer memadai. Sekolah reguler pun di Kabupaten Badung tak semua mengikuti UNBK, sehingga harus menyelenggarakan ujian nasional berbasis kertas atau PBT.

Mengenai waktu pelaksanaan ujian yang akan dilaksanakan PKBM sama dengan pelaksanaan ujian pada sekolah reguler. Yakni 10-13 April 2017 untuk ujian Kejar Paket C atau setara SMA, untuk Kejar Paket B setara SMP yakni pada 2, 3, 4, dan 8 Mei 2017. Sementara untuk ujian sekolah (US) Kejar Paket A setara SD, pelaksanaannya setelah ujian Kejar Paket B selesai.

Pada bagian lain, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Badung I Ketut Widia Astika, menyatakan, pelaksanaan ujian nasional kesetaraan di Badung sudah siap, begitu juga pelaksanaan ujian nasional reguler. “Iya pada prinsipnya sudah siap, tidak ada masalah,” tegasnya, Minggu (26/2).

Pejabat asal Kerobokan, Kuta Utara, itu mengimbau agar sekolah reguler maupun PKBM dalam melaksanakan ujian nasional betul-betul menjunjung tinggi asas kejujuran. Sehingga betul-betul hasil ujian nasional adalah hasil kerja keras dari masing-masing siswa. “Mudah-mudahan tidak ada hambatan, apalagi dalam pelaksanaan UNBK ini tergolong baru, terutama bagi PKBM.”  * asa

Komentar