nusabali

40 Krama Desa Adat Selat Naur Sosod Buntilan

  • www.nusabali.com-40-krama-desa-adat-selat-naur-sosod-buntilan

AMLAPURA, NusaBali
Sebanyak 40 krama Desa Adat Selat, Kecamatan Selat, Karangasem naur sosod (bayar kaul) saat Usaba Dimel atau Usaba Dodol di Pura Dalem Desa Adat Selat, Wraspati Kliwon Menail, Kamis (3/2).

Mereka bayar utang niskala dengan menghaturkan jajan buntilan setinggi sekitar 2 meter dan banten lainnya. Naur sosod dibagi 8 shift. Tiap shift sebanyak 5 krama. Naur sosod dimulai pukul 12.00 Wita hingga 17.00 Wita.

Bendesa Adat Selat, Jro Mangku Wayan Gede Mustika mengatakan, jumlah krama naur sosod sebanyak 40 orang meningkat dari tahun 2021 sebanyak 26 krama dan tahun 2020 sebanyak 39 krama. Sebelum puncak Usaba Dimel, krama yang hendak naur sosod melapor ke Bendesa Adat Selat untuk memudahkan mengatur persembahyangan. Krama yang naur sosod dengan beragam sesangi atau janji. Di antaranya berharap dapat pekerjaan, sembuh dari penyakit, berharap punya keturunan, dan lainnya.

Upacara naur sosod dibagi 8 shift. Rata-rata membutuhkan waktu sekitar 30 menit per shift. Tiap shift hanya mampu menampung 5 rombongan krama yang naur sosod. Sebab kapasitas terbatas untuk menempatkan jajan buntilan setinggi 2 meter lengkap dengan alat pemikulnya serta banten lainnya. Naur sosod kaanteb oleh Jro Mangku Linggih dan Jro Mangku Kubayan. Sementara ngewacen pepegat yakni Jro Mangku Gede Winata dan Jro Mangku Lungsur.

Salah seorang krama, I Wayan Tista dari Banjar Adat Abiantiing, Desa Adat Selat, naur sosod karena selama empat tahun jatuh sakit sesak napas. “Setelah masesangi naur sosod, sakit saya berangsur sembuh,” kata Wayan Tista. Wayan Tista membuat jajan buntilan menghabiskan 37,5 kilogram beras putih. Harga beras Rp 14.000 per kilogram. Dia juga menghaturkan babi guling. Sementara Ni Nyoman Seriasih dari Banjar Adat Tengah, Desa Adat Selat, naur sosod agar usaha anaknya lancar. 7 k16

Komentar