nusabali

Bupati Tabanan Panen Perdana Porang di Desa Mundeh

  • www.nusabali.com-bupati-tabanan-panen-perdana-porang-di-desa-mundeh

TABANAN, NusaBali
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya melakukan panen perdana porang bersama kelompok tani dari di Banjar Nyuhgading, Desa Mundeh, Kecamatan Selemadeg Barat, Jumat (20/8).

Porang termasuk jenis umbi-umbian. Tanaman porang yang kini mendapat perhatian khusus dari pemerintah, memiliki manfaat utama sebagai bahan baku pembuatan tepung konjak yang terkenal sebagai bahan utama olahan shirataki. Selain itu, kadar karbohidrat dalam porang yang lebih sedikit dan pembudidayaannya mudah, membuat tanaman ini menjadi komoditas baru yang relatif menjanjikan.

“Porang ini suatu tumbuhan yang menjanjikan. Mudah-mudahan di Desa Mundeh, tanaman ini bisa maju dan berkembang bagus, sehingga bisa menjadi komoditas baru masyarakat,” kata Bupati Sanjaya.

Bupati Sanjaya meminta tanaman porang ini lebih difokuskan pada penelitian, termasuk keunggulannya, proses produksi, target pasar, serta menentukan harga jual yang pasti. “Mudah-mudahan tanaman porang dapat berkembang dengan baik di Tabanan,” harapnya.

Kepala Dinas Pertanian Tabanan Nyoman Budana, menambahkan sekitar 438 hektare dari total 939 ha lahan yang terhampar di Tabanan ditanami porang. Meskipun harus melalui proses pengolahan lebih dahulu, namun porang memiliki peluang pasar yang cukup menjanjikan sebagai pengganti pangan lokal.

“Semoga ke depan dibangun pabrik pengolahan porang. Sebab fasilitas pengolahan merupakan harapan besar masyarakat, sehingga kepastian produksi bisa terjamin,” kata Nyoman Budana.

Ketua Kelompok Porang Sari Wayan Gede Budiana menjelaskan di Desa Mundeh Kangin disediakan 24 ha lahan untuk membudidayakan tanaman porang. “Di lahan seluas 24 hektare ini ada 1 juta lebih bibit porang,” ucapnya.

Menurutnya petani sangat antusias menanam porang. Selain proses penanaman sama sekali tidak melibatkan penggunaan teknologi, masa penanaman tidak terpengaruh keterbatasan wilayah. “Jarak tanam hanya 30-40 centimeter namun hasilnya bisa maksimal,” beber Gede Budiana.

Dia berharap Pemkab Tabanan bisa memfasilitasi dengan adanya teknologi pabrik pengolahan porang. Sehingga hasil produksi porang nantinya bisa mencapai kestabilan harga, tidak hanya sampai di tengkulak tapi juga bisa mendunia. “Kami harapkan Pemkab Tabanan mendukung budidaya porang,” harap Gede Budiana. *des

Komentar