nusabali

Investor Pasar Modal Bali Ditarget Tumbuh 30%

  • www.nusabali.com-investor-pasar-modal-bali-ditarget-tumbuh-30

Bursa Efek Indonesia Perwakilan Denpasar, Bali, menargetkan pertumbuhan jumlah investor pasar modal di daerah setempat mencapai 30 persen selama tahun 2017 karena sosialisasi dan edukasi yang gencar, khususnya kepada kalangan mahasiswa.

DENPASAR, NusaBali

"Kami targetkan pertumbuhan investor di atas 30 persen tahun ini yang juga dibarengi peningkatan transaksi, " kata Kepala Perwakilan BEI Denpasar Agus Andiyasa, Rabu (19/7).

BEI Denpasar mencatat jumlah investor di Bali selama semester pertama tahun ini mencapai 9.614 orang dengan jumlah rekening mencapai 11.264 sub-rekening efek. Jumlah investor itu melonjak sekitar 13 persen jika dibandingkan periode sama tahun 2016 dengan pertumbuhan investor mencapai 1.115 orang.

Menurut dia, jumlah investor dari kalangan anak muda di Bali tumbuh signifikan mengingat adanya kemudahan dalam bertransaksi. Dengan nilai minimal Rp100 ribu maka mereka sudah bisa membuat rekening efek.

Adanya gerai pasar modal di sejumlah kampus yang diajak kerja sama juga turut meningkatkan pemahaman generasi muda untuk ikut berinvestasi di pasar modal.

Saat ini beberapa perguruan tinggi di Bali telah bekerja sama dengan BEI Denpasar di antaranya Universitas Warmadewa, Politeknik Negeri Bali, Universitas Mahasaraswati, Universitas Pendidikan Nasional dan Universitas Udayana.

Sosialisasi dan edukasi secara inovatif juga dilakukan yakni melalui permainan berbasis aplikasi pada telepon seluler. ‘Games itu yakni ‘Nabung Saham Go’ yaitu aplikasi permainan yang menyimulasikan transaksi dibuat secara sederhana untuk memudahkan pengenalan pasar modal kepada masyarakat yang masih awam.

Aplikasi tersebut diciptakan, dikembangkan dan dikelola oleh PT Winratama Perkasa atau Wingamers yang dapat diunduh di google playstore dan appstore. Permainan kedua yakni ‘Stocklab’ yakni permainan simulasi investasi berbentuk kartu.

"Anak-anak muda itu senang dengan permainan makanya ini menjadi cara yang inovatif sehingga mereka nyaman dan tidak kaku, tidak seperti sosialisasi selama ini seperti lewat seminar atau lokakarya," katanya. *ant

Komentar