nusabali

Sindikat Bobol Rekening Kembali Beraksi

  • www.nusabali.com-sindikat-bobol-rekening-kembali-beraksi

Modusnya tergolong canggih, yaitu berawal dari gangguan pada sistem SMS Banking di handphone milik korban.

IRT Jadi Korban, Uang Rp 37 Juta dalam Rekening Raib


DENPASAR, NusaBali
Kasus bobol rekening nasabah bank kembali terjadi di Denpasar. Kali ini korbannya seorang ibu rumah tangga (IRT), Indah Arie Setyawati,33. Warga Perumahan Puri Jimbaran, Kuta Selatan, Badung ini mengalami kerugian mencapai Rp 37 juta. Modusnya terbilang canggih, para sindikat kejahatan ini terlebih dahulu mengacaukan sistem jaringan kartu handphone (HP) yang terhubung dengan SMS Banking. Tanpa disadari uang puluhan juta milik korban sukses digondol pelaku dengan mentransferkan ke sejumlah rekening bank milik komplotan tersebut.

Aksi kejahatan dunia perbankan ini berawal pada, Sabtu (8/10) lalu pukul 20.00 Wita. Saat itu, korban Indah Arie Setyawati mengalami gangguan sinyal di handphone (HP)-nya yang menggunakan provider Indosat. Tanpa sebab, HP yang dilengkapi dengan aplikasi CIMB Cliks tersebut tidak bisa dioperasikan alias no services. Sehingga, ibu tiga anak ini membiarkannya dan menduga masalah jaringan biasa. Namun kejanggalan terus berlanjut pada hari berikutnya, handphone milik Indah tetap tidak bisa beroperasi lantaran kasus serupa.

Selama dua hari, ia sama sekali tidak menggunakan HP untuk melakukan panggilan ataupun transaksi via SMS Banking. "Tapi, saya sangat kaget pada, Senin (11/10) siang saat hendak melakukan transaksi di Bank CIMB yang ada di seputaran Nusa Dua, saldo di rekening saya hanya tinggal Rp 61.000. Padahal saldo rekening saya sebelumnya Rp. 37 juta lebih," kata Indah saat dihubungi, Kamis (24/11) sore.

Saat dikonfirmasi kepada pihak Bank CIMB Niaga Capem Nusa Dua, diketahui jika korban memang tercatat melakukan transaksi transfer ke sejumlah bank dan rentang waktu transaksi yang dilakukan adalah pada Sabtu (8/10) dan Minggu (9/10) tersebut. Istri dari Reinath Akbar Simatupang ini pun meminta copy rekaman transfer. Selanjutnya, korban dan suaminya menuju gerai Indosat Kuta untuk meminta salinan database kartu SIM yang digunakannya.

"Ternyata, kartu SIM itu terdaftar bukan atas nama saya. Padahal, saya mengaktifkannya dulu di sebuah gerai resmi di Surabaya dan sudah di-upgrade lagi saat menggunakan I-Banking itu," katanya bernada kesal seraya mengaku usai meminta salinan data di Bank dan Indosat, langsung melaporkan kasus itu ke Mapolresta Denpasar. Dalam laporan dengan nomor LP/360/X/2016/Bali/SPKT/14 Oktober yang dilimpahkan dari Polda Bali ini, korban mengakui adanya sindikat yang melakukan aksi kejahatan yang menyebabkan dirinya mengalami kerugian mencapai puluhan juta rupiah. Bahkan, korban menyayangkan lemahnya provider dan pihak bank dalam mencegah terjadinya kejahatan perbankan ini.

Dia berharap kepolisian dapat mengungkap sindikat yang mulai meresahkan masyarakat tersebut. "Dari pihak Bank memang mencatat semua transaksi yang dilakukan dari tabungannya kepada sejumlah rekening bank di luar Bali. Semuanya menuju bank Jabar, Bank Sumsel dan lain-lainnya. Pas laporan awal di Polda Bali, kasusnya langsung dilimpahkan ke Polresta dan sampai saat ini belum ada perkembangan," beber Indah. Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Reinhard Habonaran Nainggolan mengakui perihal adanya laporan dari korban Indah Arie Setyawati. Kata dia, laporan tersebut secara resmi diterimanya melalui surat B/9826/X/201/Ditreskrimum pada tanggal 24 Oktober 2016 dan diterima penyidik tanggal 31 Oktober tentang tindak pidana mengakses sistem komputer orang lain dengan cara apapun atau transfer dana dan ataupun cara lain sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 30 jo pasal 46 dan atau pasal 32 ayat (1),(2) jo pasal 48 ayat (1),(2) UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang informasi transaksi elektronik dan atau pasal 81, 82, 85 UU RI Tahun 2011 tentang transfer dana dan Pasal 382 KUHP.

"Laporan ini masih dalam penyelidikan kita. Anggota masih melakukan pengembangan dengan berkoordinasi dengan Tim Cyber Polda Bali untuk mengungkap identitas pelaku," katanya. Kompol Reinhard menambahkan akan melacak semua rekening dan nomor ponsel yang sempat menerima transferan uang hasil kejahatan itu. * dar

Komentar