nusabali

Seorang Petani di Karangasem Tewas Tertimpa Pohon

  • www.nusabali.com-seorang-petani-di-karangasem-tewas-tertimpa-pohon

AMLAPURA, NusaBali
Nasib naas menimpa seorang petani, I Ketut Darma, 48, warga Banjar Jumenang, Desa Bukit, Kecamatan/Kabupaten Karangasem.

Korban yang juga dikenal sebagai seorang pengayah bersih-bersih di Pura Penataran Agung Pucak Gunung Kembar Kenusut, Desa Bukit, Karangasem ini tewas tertimpa pohon gamelina (jati putih), Selasa (19/1) pukul 10.15 Wita. Korban tewas saat ikut menarik tali membantu buruh penebang pohon di kebun miliknya.

Musibah tewasnya I Ketut Darma secara mendadak di kebun milik korban di Banjar Jumenang, Desa  Bukit, Kecamatan Karangasem ini tentu saja mengejutkan segenap keluarga dan warga setempat. Informasi yang dihimpun, Selasa pagi kemarin antara korban I Ketut Darma dengan saudagar kayu I Made Sumetra, 36, juga asal Banjar Jumenang, janjian untuk menebang tujuh pohon milik korban. Ketujuh pohon itu jenis durian, albesia dan mahoni. Transaksi telah dilakukan dengan total harga Rp 1,8 juta.

Saudagar kayu, Made Sumetra menuturkan saat menebang pohon dia mengajak dua buruh, yakni Hamidun Majid, 38, dan Saiman, 39, asal Banjar Kampung Anyar, Desa Bukit, Kecamatan Karangasem. Perjanjian antara saudagar kayu Made Sumetra dengan kedua buruh penebang pohon upahnya per tangki mesin chainsaw isi 1,1 liter. Jika satu tangki mesin chainsaw habis, maka dibayar Rp 75.000.

Hamidun Majid bertugas sebagai tukang chainsaw, sedangkan Saiman tukang potong ranting kayu sebelum ditebang dan selanjutnya bertugas menarik tali kencang. Maka mulailah menebang pohon durian, hingga mampu menebang 4 pohon durian dengan lancar. Tiba gilirannya menebang pohon durian ke-5 dengan tinggi sekitar 12 meter, dan diameter 30 cm. Maka Saiman memasang tali kencang gunakan tali nilon hijau, tali dibelokkan ke pohon kelapa dengan tujuan agar kayu roboh menjauh dari tukang penarik tali.

Saat itu yang menarik tali Saiman dan saudagar kayu I Made Sumetra. Tanpa diminta, datang pemilik pohon atau korban, I Ketut Darma ikut membantu pegang tali berdampingan dengan I Made Sumetra. Tanpa diperhitungkan sebelumnya, saat pohon durian telah dichainsaw lalu ditarik kemudian roboh, ternyata durian itu roboh menindih pohon gamelina. Lalu pohon gamelina dengan panjang 14 meter dan diameter 10 cm itulah yang menimpa kepala korban I Ketut Darma mengenai tengkorak kepalanya hingga pecah di bagian kanan atas. Korban Ketut Darma pun tewas di tempat.

Melihat kejadian itu, saudagar kayu Made Sumetra melapor melalui telepon ke Polsek Karangasem. Tak lama, datang petugas dipimpin Kapolsek Kompol I Ketut Suartika Adnyana mengajak petugas medis dari Puskesmas Karangasem II, dr Lien Shio Che untuk melakukan pemeriksaan. Selain di bagian tulang tengkorak atas korban pecah, juga mengalami patah tulang di bahu kanan. Sesaat kemudian suasana di TKP (tempat kejadian perkara) warga ramai berdatangan, menyusul datang istri korban Ni Ketut Astiti, yang langsung menangis histeris melihat kondisi suaminya.

Seketika itu juga, kegiatan menebang pohon dihentikan. Warga dan petugas kemudian mengevakuasi korban ke rumah duka. "Saya tidak meminta bantuan ke korban, tetapi dia (I Ketut Darma) datang ikut pegang tali mau menolong menarik tali, persis berada di sisi kiri saya," kata Made Sumetra.

Padahal malam sebelum kejadian antara Made Sumetra dengan korban Ketut Darma sama-sama begadang di rumah duka tempat warga meninggal. "Sama sekali tidak ada firasat apa-apa. Hanya dua hari sebelumnya sempat tidak bisa tidur," kata Ketut Sumetra.

Dengan kejadian ini, Sumetra mengaku trauma menebang pohon. Padahal pekerjaannya itu telah digeluti sejak tahun 1998 lalu. Sumetra mengakui sebelum tebang pohon tidak sempat matur piuning. "Biasanya saya sebelum potong kayu bawa canang, terlebih dahulu matur piuning kepada penghuni kebun," tambah Sumetra.

Korban Ketut Darma sendiri meninggalkan seorang istri Ni Ketut Astiti dan 3 anak. Rencananya jenazah diupacarai makingsan ring gni di Setra Desa Adat Jumenang, Desa Bukit, Kecamatan Karangasem pada Buda Umanis Dukut, Rabu (20/1) hari ini.

Kapolsek Karangasem, Kompol I Ketut Suartika Adnyana mengatakan korban tertimpa pohon gamelina hingga tewas saat ikut menarik tali ketika menebang pohon. "Kasus ini masih diselidiki, dan saksi-saksi dimintai keterangan. Sementara belum ada unsur kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal," ujar Kompol Ketut Suartika. *k16

loading...

Komentar