nusabali

PLN Matikan Empat Gardu di KRB III

  • www.nusabali.com-pln-matikan-empat-gardu-di-krb-iii

PLN Distribusi Bali matikan empat gardu di Kecamatan Bebandem yang masuk Kawasan Rawan Bencana (KRB) III pasca erupsi Gunung Agung.

DENPASAR, NusaBali
Hal itu dilakukan lantaran permintaan dari warga yang telah meninggalkan wilayahnya untuk mengungsi. PLN juga memutus saluran gardu yang berada di wilayah Des Kubu, Kecamatan Kubu, Karangasem karena mengalami gangguan pasca terkena banjir lumpur.

General Manager PLN Distribusi Bali, I Nyoman Suwarjoni Astawa mengatakan, pihaknya memutus aliran listrik pada empat gardu sejak  28 November 2017 lalu. Gardu tersebut selain menyambungkan listrik ke perumahan juga ke tempat galian C yang biasanya warga bekerja.

"Untuk yang empat gardu itu ada di Kecamatan Bebandem, warga sendiri yang meminta mematikan gardunya agar tidak terjadi korsleting ketika gunung benar-benar meletus. Katanya mereka sementara sudah tidak bekerja di galian C lagi," jelas  Suwarjoni Astawa didampingi Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Distribusi Bali I Gusti Ketut Putra ditemui disela-sela perayaan HUT ke-77 PLN, di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala, Denpasar, Minggu (3/12) pagi.

Dikatakan, untuk gardu yang berada di wilayah Kubu, ada satu yang mengalami gangguan pada jaringannya. Gardu tersebut juga berada di KRB III, bahkan penduduk sudah semuanya mengungsi. Namun untuk sementara, pihaknya tidak melakukan pembenahan demi keselamatan para pekerja. "Kami pentingkan dulu keselamatan pekerja, karena itu yang utama. Kalau KRB I dan II, mungkin kami bisa atasi dengan berkoordinasi dengan pihak berwenang," jelasnya.

Untuk saat ini kata Suwarjoni, jumlah pelanggan PLN yang terdampak sesuai dengan data pengungsi sekitar 43 ribu pelanggan. Dengan adanya situasi alam seperti sekarang ini, pihaknya tetap memberikan keringanan terhadap pelanggan terutama dalam pembayaran token listrik. "Bagi pelanggan prabayar yang tidak memiliki token mereka tetap membayar amondemennya. Namun ini kan karena keadaan yang tidak disengaja, bisa dibilang bencana dan jika mereka belum bisa membayar kami akan memberikan keringanan tidak akan mencabut kilometernya. Biasanya kan sebulan telat sudah dicabut, kali ini ada keringanan dan akan diperhitungkan menurut situasi apakah akan diberikan diskon atau tidak kami akan diskusikan ke pusat," jelasnya.

Ditegaskan, pihak PLN tetap mengutamakan membantu para pengungsi yang saat ini ditempatkan di posko-posko yang ada di seluruh Bali. Terutama pada banjar-banjar yang sudah dijadikan tempat penampungan pengungsi. Sehingga PLN sekarang ini berkonsentrasi pada kegiatan membantu penerangan pengungsi. "Untuk kerugian tidak kami hitung yang penting pengungsi bisa mendapatkan listrik dulu," kata Joni, demikian panggilannya. Jika ada posko-posko yang membutuhkan tambah daya, PLN berjanji akan memberikan secara gratis. Bahkan sudah menyiapkan tim untuk membantu setiap kali ada keperluan sambungan dan gangguan jaringan yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

Selain itu, PLN juga menyiapkan solusi pemutihan ketika nantinya ada rumah warga yang hancur karena terjangan lahar. Seluruhnya terutama yang memiliki rekening akan diputihkan bahkan pemasangan baru bagi pengungsi dimanapun mereka kembali membangun akan digratiskan. "Jika memang ada rumah mereka hancur diterjang lahar kami berikan pemasangan baru secara gratis dimanapun mereka membangun kembali. Dan untuk rekening lama kita akan putihkan," ujarnya. *m

Komentar