nusabali

127 Lontar Puri Anyar Dikonservasi

  • www.nusabali.com-127-lontar-puri-anyar-dikonservasi

TABANAN, NusaBali - Penyuluh Bahasa Bali di Kabupaten Tabanan melakukan konservasi lontar di Puri Anyar, Banjar Delod Rurung, Desa Delod Peken, Kecamatan Tabanan pada Rabu (13/3). Ada 127 lontar yang berhasil dikonservasi.

Hanya saja lontar yang dimiliki Puri Anyar ini beberapa ditemukan rusak. Mulai dari dimakan tikus hingga nget-nget (rayap). Bahkan juga ditemukan lontar dempet (lengket) karena salah pengkondisian. 

Anggota Baga Lontar Penyuluh Bahasa Bali Kabupaten Tabanan I Putu Oka Sugiantara mengatakan konservasi dilakukan karena permintaan langsung dari pihak puri. Tentu langkah ini disambut baik oleh penyulun Bahasa Bali di Tabanan. 

"Total ada 50 penyuluh yang ikut konservasi di Puri Anyar. Mengingat jumlah lontar banyak agar lebih mudah untuk penyelesaian," ujarnya.

Disebutkan, dari 127 lontar yang dikonservasi belum dilakukan identifikasi. Identifikasi baru akan dilanjutkan 15 Maret nanti. "Tadi waktu sudah sore karena konservasi berlangsung 7 jam. Jadi identifikasi dilanjutkan tanggal 15," tandas Oka Sugiarta. 

Untuk diketahui, konservasi lontar oleh Dinas Kebudayaan (Disbud) Provinsi Bali tidak hanya dilakukan pada saat Bulan Bahasa Bali sepanjang Februari. 

Disbud Bali bekerja sama dengan Penyuluh Bahasa Bali kali ini melakukan konservasi lontar di Puri Anyar Tabanan. Permintaan dari pihak puri disampaikan kepada Pemprov Bali melalui Disbud, agar lontar milik puri dapat dirawat dan diketahui apa judul dan isinya. Konservasi lontar ini merupakan lontar warisan leluhur di Puri Anyar Tabanan. 

“Pada hari ini, tanggal 13 Maret 2024, hanya melakukan kegiatan pembersihan lontar dari debu-debu. Juga dioleskan minyak sereh untuk menjaga lontar tersebut agar tulisannya lebih terang, bisa dibaca, dan tetap awet,” kata salah satu staf Disbud Bali, Agung Wiriawan di sela-sela kegiatan konservasi lontar di Puri Anyar, Rabu (13/3).

Koordinator Penyuluh Bahasa Bali di Kabupaten Tabanan, I Nyoman Budi Partawan mengatakan, lontar di Puri Anyar Tabanan ini berjumlah 127 cakep. Sedangkan target pembersihan bisa diselesaikan dalam satu hari. Dalam kegiatan konservasi ini, Tim Penyuluh Bahasa Bali yang dilibatkan sebanyak 50 orang. Setelah pembersihan terhadap lontar-lontar tersebut, maka akan dilanjutkan dengan melaksanakan identifikasi pada Jumat tanggal 15 Maret 2024 mendatang. “Pada hari pertama ini, jenis lontar keseluruhan belum dapat kami pastikan,” papar Budi Partawan bersemangat.

Setelah pembersihkan ditemukan ada beberapa jenis lontar, seperti Lontar Usada, Babad, Tutur, dan Wariga.  Kegiatan konservasi lontar diawali dengan pembukaan dari pihak keluarga Puri Anyar Tabanan. Kemudian sambutan dari Dinas Kebudayaan Provinsi Bali sekaligus menyerahkan bantuan berupa minyak sereh dan alat-alat konservasi. 

Bantuan dari Pemprov Bali itu untuk lebih meringankan pemilik lontar dalam memelihara dan melestarikan lontar miliknya. Selain itu juga memberikan teknik dan cara untuk menjaga lontar-lontar agar tetap asri. Penglingsir Puri Anyar, Gusti Ngurah Agung Sukadana, mengatakan, lontar ini sama sekali belum pernah dibuka sebelumnya. Keluarga puri tidak berani, jika isi lontar tersebut nantinya bisa berdampak negatif. Akan tetapi setelah diadakan koordinasi bersama Baga Lontar Penyuluh Bahasa Bali Kabupaten Tabanan baru dimengerti pentingnya perawatan terhadap lontar. 

“Apalagi, pegawai di Disbud Provinsi Bali itu juga bagian dari keluarga puri, keluarga besar Puri Anyar, sehingga akhirnya mengerti bahwa warisan leluhur mereka ini perlu dilakukan perawatan,” ucapnya.

Sebelumnya, lontar-lontar ini tidak pernah dilakukan perawatan. Hanya saja pada hari-hari tertentu dihaturkan banten. “Jujur, kami sekarang lebih senang dan bahagia, karena lontar-lontar warisan leluhur kami masih bisa dirawat,” imbuhnya. Agung Sukadana kemudian berharap kegiatan perawatan lontar masyarakat ini, sebaiknya terus dilanjutkan dan tetap dilaksanakan.7a,esa

Komentar