nusabali

Umat Khonghucu Jalankan Ritual Mengantar Dewa Dapur ke Surga

  • www.nusabali.com-umat-khonghucu-jalankan-ritual-mengantar-dewa-dapur-ke-surga
  • www.nusabali.com-umat-khonghucu-jalankan-ritual-mengantar-dewa-dapur-ke-surga
  • www.nusabali.com-umat-khonghucu-jalankan-ritual-mengantar-dewa-dapur-ke-surga
  • www.nusabali.com-umat-khonghucu-jalankan-ritual-mengantar-dewa-dapur-ke-surga
  • www.nusabali.com-umat-khonghucu-jalankan-ritual-mengantar-dewa-dapur-ke-surga

DENPASAR, NusaBali.com - Kemeriahan Tahun Baru Imlek 2575 mulai terasa di Kelenteng Khong Cu Bio, Denpasar. Umat Khonghucu dengan penuh semangat bahu-membahu membersihkan kelenteng, menyambut datangnya tahun baru yang dilambangkan dengan shio Naga Kayu pada Sabtu (10/2/2024) mendatang.

Lebih dari sekadar membersihkan debu dan kotoran, ritual bersih-bersih ini memiliki makna spiritual yang mendalam. Umat Khonghucu meyakini bahwa Dewa Zhouw Kun Kong atau Dewa Dapur, yang bertugas mengawasi aktivitas keluarga selama setahun, akan kembali ke surga untuk melaporkan amalan umat.

"Sebelum Dewa Dapur kembali, kami bersihkan kelenteng sebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur," ungkap WS Adinatha, Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) Bali, Minggu (4/2/2024).

Semangat gotong royong dan kebersamaan tampak jelas saat umat Khonghucu bahu membahu membersihkan setiap sudut kelenteng. Arca-arca suci di kelenteng berlokasi di Jalan mempercantik tampilan dari rumah rumah ibadah yang berlokasi di Jalan Bisma, Dauh Puri Kaja, Denpasar, dilap dengan penuh ketelitian, abu dupa diganti dengan yang baru, dan ornamen khas Imlek mulai dipasang.

Tahun Baru Imlek 2575 kali ini mengangkat tema ‘Malulah Bila Tak Tahu Malu’. Tema ini diambil dari Kitab Suci Rasul Bingcu, yang menekankan pentingnya rasa malu sebagai salah satu dari delapan kebajikan dalam ajaran Khonghucu.


Salah satu kutipan ayat Kitab Suci Rasul Bingcu  jilid 7A Ayat 6, tertulis Orang tidak boleh, tidak tahu malu. Malu bila tidak tahu malu, menjadikan orang tidak menanggung malu.

“Dalam ayat itu, ditunjukkan bahwa kita sebagai manusia harus punya rasa malu. Ini merupakan salah satu dari 8 kebajikan yang diajarkan dalam agama Khonghucu,” kata WS Adinatha.

Nuansa Imlek semakin terasa dengan hadirnya lampion merah dan kuning yang menghiasi kelenteng. Warna merah melambangkan kebahagiaan dan kemakmuran, sedangkan warna kuning melambangkan cahaya.

Semangat menyambut Tahun Baru Imlek di Kelenteng Khong Cu Bio menjadi simbol optimisme dan harapan baru bagi umat Khonghucu di Bali. Semoga di tahun Naga Kayu ini, kebahagiaan, kemakmuran, dan kedamaian senantiasa menyertai. *ol4

Komentar