nusabali

Takut, Korban Penyekapan Tak Mau Ditinggal Sendiri

  • www.nusabali.com-takut-korban-penyekapan-tak-mau-ditinggal-sendiri

TABANAN, NusaBali - Korban penyekapan dalam peristiwa pencurian di Banjar Umabian, Desa Peken Belayu, Kecamatan Marga, Tabanan, Selasa (12/12), yakni NPLPD,17, masih ketakutan atas kasus tersebut.

Pasca kejadian korban tidak berani tinggal maupun tidur sendirian. Sementara polisi masih belum menemukan pelaku kasus pencurian yang menghebohkan tersebut. Pelaku sudah teridentifikasi dan diduga masih orang dekat korban.

Bibi korban NPLPD, yakni Ni Nyoman Ari Sujani mengatakan kondisi kesehatan korban sebenarnya tidak terlalu trauma. Masih bisa menceritakan peristiwa kejadian sedikit demi sedikit. "Hanya takut tidak berani ditinggal sendirian. Tidur harus ditemani," ujar Sujani, Rabu (13/12).

Disebutkannya, saat peristiwa terjadi sebenarnya keponakannya itu tidak menaruh curiga terhadap pelaku, karena sudah dikenal. "Tidak menaruh curiga dia (NPLPD) kepada pelaku kan karena sudah dikenal. Saat pergi ke dapur itu awalnya dikira ibunya yang datang, tapi ternyata ada dia (pelaku)," terang Sujani yang keseharian sebagai Sekdes Peken Belayu ini.

Sementara di sisi lain polisi masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku. Meskipun namanya telah dikantongi, namun polisi masih melakukan penyelidikan terhadap pelaku. "Pelaku belum ditangkap. Opsnal masih mencari keberadaan pelaku," ujar Kasat Reskrim Polres Tabanan, AKP Komang Agus Darmayana singkat.

Seperti diberitakan peristiwa dugaan pencurian hebohkan warga di Banjar Umabian, Desa Peken Belayu, Kecamatan Marga, Tabanan, Selasa (12/12) pukul 14.00 Wita. Korbannya adalah I Putu Gede Windhu Susila,44, yang rumahnya disatroni maling. Mirisnya anak korban NPLPD,17, didapati disekap di belakang rumah dengan kondisi kepala dililit kain serta tangan dan kaki terikat kain. Akibat kejadian tersebut korban kehilangan uang Rp 8 juta.

Informasi yang dihimpun awalnya korban Windhu Susila bersama istri Ni Komang Yanti datang dari berjualan. Sampai di rumahnya korban tidak melihat putrinya itu. Bahkan saat masuk ke dalam rumah istrinya melihat pintu rumah dalam kondisi terbuka. Selain itu saat masuk ke kamar tidur sang istri melihat rumah dalam kondisi acak-acakan terutama lemari di rumahnya sudah dalam kondisi terbuka serta uang Rp 8 juta hilang. Mereka pun langsung mencari putrinya karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan.

Namun sampai berkali-kali memanggil putrinya tak ada jawaban. Suami istri ini pun langsung mencari bantuan kepada tetangga untuk menemukan putrinya. Setelah dicari di seluruh rumah, tetangga korban melihat anak tersebut berada di belakang rumah sebelah utara dalam kondisi tangan dan kaki terikat. Selain itu kepala dalam keadaan tertutup kain. 7 des

Komentar