nusabali

Lestarikan Seni, Latihan Tabuh Sambil Arisan

Kiprah Sekaa Gong Wanita Eka Pratiwi, Desa Adat Padangkerta

  • www.nusabali.com-lestarikan-seni-latihan-tabuh-sambil-arisan

AMLAPURA, NusaBali - Sekaa Gong Wanita Eka Pratiwi (SGWEP) Desa Adat Padangkerta, Kecamatan Karangasem, Karangasem, baru setahun berdiri.

Sekaa gong ini dibentuk untuk mempersatukan ibu-ibu rumah tangga sambil melestarikan seni tabuh, sebagai sarana ngayah. Tak hanya aktif berlatih menabuh, Sekaa Gong Wanita Eka Pratiwi rutin menggelar arisan setiap bulan untuk mempererat pasekaan.

SGWEP beranggotakan 35 ibu-ibu rumah tangga di bawah koordinasi Kelian Sekaa Ni Gusti Ketut Martini. Sekaa dibina I Gusti Ngurah Setiawan, dan dilatih I Gusti Gede padang. Selama setahun berlatih dari nol, SGWEP telah menguasai 10 jenis tabuh. Tabuh dimaksud, antara lain Gegilak, Tabuh Telu, Kesuri, Putri Kencana, Cerukcuk Punyah, dan lain-lain.


SGWEP rutin berlatih setiap Senin dan Jumat pukul 19.00 Wita-21.00 Wita di Bale Desa Adat Padangkerta. Sebelum berlatih, seluruh aktivitas di rumah masing-masing telah tuntas, sehingga fokus berlatih menabuh gong.

Setiap anggota telah mengambil peran masing-masing, dan sejak awal berlatih tidak pernah berpindah-pindah, jika penabuh cengceng, seterusnya sebagai penabuh ceng-ceng, begitu juga penabuh gangsa, kantilan, ugal, kantilan dan sebagainya.

Kelian Sekaa Gong Wanita Eka Pratiwi Ni Gusti Ketut Martini, merasa bersyukur ada sekaa gong wanita. Sehingga banyak manfaat sosial didapatkan sejak berdirinya sekaa gong wanita itu. Sebab, dengan agenda latihan menabuh gong, ibu-ibu rumah tangga bisa berkumpul, berlatih sambil curhat. "Sehingga dengan mudah ibu-ibu rumah tangga bertemu dalam wadah sekaa gong, tidak perlu lagi mencari ke rumah-rumahnya," jelas Ni Gusti Ketut Martini kepada NusaBali di Amlapura, Sabtu (2/12).

Bertindak sebagai penabuh cengceng Ni Nyoman Sri Utami, penabuh gangsa I Gusti Ayu Sri, dan I Gusti Ayu Martini, penabuh kantilan I Gusti Ayu Suryani dan I Gusti Putu Juniartini, penabuh ugal Ni Kadek Dwi Miranjani, dan I Gusti Ayu Reni, penabuh kendang I Gusti Ayu Hari Satyani, penabuh gangsa I Gusti Ayu Taman, dan I Gusti Ayu Purnama Dewi.


Pembina I Gusti Ngurah Setiawan mengapresiasi semangat ibu-ibu rumah tangga bergabung di Sekaa Gong Wanita Eka Pertiwi, walau baru mengawali. Mereka menabuh, dari awal mengenal tata cara menabuh. "Sekaa gong wanita itu telah beberapa kali ngayah kaitan piodalan di Pura Puseh, Pura Dalem lan Pura Dadia," jelas I Gusti Ngurah Setiawan.

Menurut Ngurah Setiawan, tugas pembina hanya memotivasi agar semangat berlatih terus tumbuh. "Kami tengah berupaya memperjuangkan agar memiliki seragam, sehingga saat menabuh kelihatannya lebih kompak," tambahnya.

Pelatih I Gusti Gede Padang mengaku ibu-ibu SGWEP relative cepat dalam belajar menabuh. Hal ini terbukti dari banyaknya jumlah tabuh yang sudah mereka kuasai dalam waktu setahun. Dia mengaku tidak kesulitan atau kelelahan melatih anggota sekaa. " Ibu-ibu sekaa gong sudah menguasai 10 tabuh dalam waktu setahun, progrestnya sangat cepat," ungkapnya.7k16

Komentar