nusabali

Heli Water Bombing Dikerahkan ke TPA Suwung

Asap Tebal Masuk Pemukiman, Sejumlah Warga Diungsikan

  • www.nusabali.com-heli-water-bombing-dikerahkan-ke-tpa-suwung

Sejak kejadian kebakaran hingga Jumat siang kemarin, operasional Bandara Ngurah Rai sama sekali tidak terganggu, aktivitas penerbangan berjalan normal

DENPASAR, NusaBali
Upaya pemadaman kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Sarbagita (TPA Suwung), Pedungan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar masih berlangsung. Helikopter ‘water bombing’ tipe AS350B3 dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pun diterjunkan membantu memadamkan api.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali, I Made Rentin memperkirakan kebakaran baru dapat dihentikan sepenuhnya dalam 2-3 hari mendatang. TPA Suwung memiliki luas sekitar 30 hektare. Menurut Rentin setengah atau sekitar 15 hektare area TPA sudah dilalap si jago merah sejak titik api pertama muncul di sisi barat TPA, Kamis (12/10) siang. "Dengan operasi gabungan kita lakukan helikopter water bombing dari atas armada damkar dari bawah diperkuat oleh mobil water canon akan mempercepat proses pemadaman," ujar Rentin, Jumat (13/10) sore.

Total 17 armada Damkar diturunkan dalam Tim Gabungan, yakni sebanyak 5 armada Damkar Badung, 7 Damkar Denpasar, 3 Damkar Tabanan dan 2 Damkar Gianyar. Sementara itu Polda Bali memberi bantuan berupa mobil water canon. Helikopter bantuan BNPB tiba di landasan Bandara Ngurah Rai pada pukul 14.30 Wita. Usai melaksanakan upacara secara niskala, dengan menghaturkan pejati dan memercikkan air tirta, helikopter mulai bergerak sejak pukul 15.00 Wita. Sekali terbang, helikopter mampu membawa 1.000 liter air.

Operasi berlangsung sekitar 2,5 jam dan terpaksa dihentikan untuk mengurangi risiko akibat langit yang mulai gelap. Rentin menuturkan helikopter water bombing akan terus beraksi sampai pemadaman tuntas. Adapun petugas damkar maupun helikopter tidak mengalami kesulitan mengambil air karena air yang melimpah di sekitar lokasi TPA Suwung.

"Kita berharap 2 hari, maksimal 3 hari kedepan, api bisa padam," ujar Rentin sembari menambahkan upaya pemadaman akan dihentikan ketika potensi kebakaran ulang diperkirakan tidak terjadi lagi. Rentin mengatakan pihak kepolisian bersama dengan Satpol PP dan relawan terus melakukan penjagaan di areal kebakaran dan melarang warga untuk masuk dan beraktivitas di areal TPA. Hal ini dilakukan agar upaya penanganan kebakaran dapat berjalan fokus dan maksimal.

Foto: Helikopter ‘water bombing’ diperciki tirta sesaat sebelum menjalankan operasi pemadaman api di TPA Suwung. -IST

Ia menambahkan, untuk mengantisipasi dampak yang ditimbulkan kebakaran, BPBD Bali telah membagikan 7.000 masker kepada warga. “Untuk antisipasi dampak yang ditimbulkan bagi warga, misalnya gangguan kesehatan pada saluran pernapasan, kami telah menyerahkan lebih dari 7.000 buah masker kepada warga melalui camat dan lurah untuk dibagikan kepada warga atau masyarakat,” ujarnya.

Rentin mengatakan pihak kepolisian juga melakukan operasi humanis dengan membagikan masker kepada warga dan pengguna jalan, baik sepeda motor ataupun mobil yang melintas di jalan raya dekat lokasi TPA Suwung.

“Kami mengimbau kepada petugas untuk tetap gunakan masker dan perhatikan faktor risiko dalam bertugas, dan juga kepada warga untuk memakai masker antisipasi terjadinya gangguan kesehatan pada saluran pernapasan. Kami dari Satgas Gabungan menyiapkan masker untuk warga dalam jumlah cukup dan memadai,” tandasnya.

Sementara pantauan NusaBali di lokasi asap akibat kebakaran di TPA Suwung mulai memasuki kawasan sekitar TPA. Asap juga memenuhi hingga kawasan Jalan Bypass Ngurah Rai di kawasan Pedungan. Pemukiman warga di sekitar TPA Suwung dipenuhi asap pekat. Hal ini tentu saja berdampak pada kondisi kesehatan masyarakat.

Aparat Polresta Denpasar dan Polsek Benoa pun terlihat turun membagi-bagi masker kepada warga yang tinggal atau melintas di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung di Kota Denpasar. Kapolsek Benoa, Kompol Tri Joko Widiyanto bersama anggota kepolisian pada Jumat mendatangi rumah-rumah warga di sekitar TPA Suwung untuk membagikan masker.

Aparat kepolisian juga membagikan masker kepada pengendara melintas di Jalan By Pass Ngurah Rai. Kompol Widiyanto menyampaikan bahwa pembagian masker dilakukan untuk membantu mencegah dampak buruk asap akibat kebakaran di TPA Suwung terhadap kesehatan warga sekitar. "Saat ini memang warga membutuhkan masker untuk mereka gunakan pada saat melakukan aktivitas," katanya. "Asap masih sangat tebal di lingkungan tempat tinggal warga yang mayoritas bekerja sebagai pengais sampah," ia menambahkan.

Polresta Denpasar juga mengerahkan satu unit mobil water cannon. Mobil tersebut bersama dengan mobil pemadam kebakaran BPBD Kota Denpasar, Basarnas, dan unsur SAR lainnya mengepung kobaran api pada tumpukan sampah menggunung itu. Water Cannon yang sering digunakan untuk menghalau massa demonstrasi itu dikerahkan ke TPA Suwung, Jumat kemarin sejak pukul 09.00 Wita. Tim dipimpin langsung Kasat Sabhara Kompol Nengah Sudiartha. Mobil tersebut langsung menuju ke titik kobaran api yang berkecamuk.

"Hari ini kami dari Polresta Denpasar mengerahkan mobil water cannon untuk mengatasi kebakaran di TPA Suwung. Pengepungan terhadap kobaran api agar kebakaran segera teratasi," ungkap Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP Ketut Sukadi.

Sementara Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Wirabawa dan Sekda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Wiradana terlihat terus berada di lokasi memastikan penanganan, Jumat kemarin. Walikota Jaya Negara mengatakan, proses penanganan melalui udara dimungkinkan belum bisa maksimal jika hanya dilakukan sehari saja. Apalagi luasan lahan cukup besar harus dilakukan juga penyemprotan melalui darat untuk menyisir api yang dipinggir agar tidak kembali merembet.

Menurut Jaya Negara, saat ini proses pemadaman terus dilakukan. Sebab, dari 32 hektare lahan yang ada sebanyak 15.000 hektare lebih sudah terbakar. "Ini kita lihat lahan terlalu luas water boomber belum bisa maksimal. Kami masih ikut koordinasi untuk penanganan lebih ekstra lagi. Kami terus kerahkan aramada pemadam kebakaran untuk menyisir posisi terbakar agar tidak merembet," ujarnya.

Selain armada Damkar, Jaya Negara mengungkapkan pihaknya juga mengerahkan ekskavator untuk sekat atau batasan antara api dan sampah lainnya. "Ekskavator juga bekerja agar api tidak merembet," ujarnya.

Jaya Negara juga mengungkapkan sudah ada warga yang diungsikan, namun bukan warga setempat melainkan warga yang sehari-hari memang datang untuk memulung di kawasan TPA Suwung. "Ada yang diungsikan, mereka yang kesehariannya bekerja sebagai pemulung di sana," ujarnya. Sementara Lurah Pedungan I Kadek Ermanto bersama Lurah Serangan I Wayan Karna mengungkapkan, warga yang ada di lahan kawasan TPA Suwung tersebut sekitar 100-an orang. Mereka yang sudah diungsikan warga lanjut usia (lansia) ke sanak saudara mereka yang ada di Pedungan, juga ke Kelurahan Sesetan. Sisanya masih bertahan dan sudah disiapkan pengungsian ke banjar-banjar.


Lurah Ermanto mengungkapkan, ada juga pemulung sebanyak 5 KK yang diungsikan ke Kelurahan Serangan. Mereka ada yang dititipkan di sanak saudara dan ada yang ditempatkan di SDN 2 Serangan. "Jumlahnya sekitar 13 orang karena sanak saudaranya tidak bisa menampung banyak, lalu disiapkan di SDN 2 Serangan sama pak Lurah Serangan," imbuhnya.

Untuk warga lainnya yang masih bertahan masih menunggu kepastian dan menunggu hasil rapat karena asap yang masih pekat. "Menunggu hasil rapat dulu, kalau harus diungsikan kami siapkan di banjar-banjar," imbuhnya. Salah satu warga, Ni Luh Sueni mengungkapkan asap pekat menyelimuti pemukiman warga sejak Jumat pagi. "Kemarin (Kamis) api saja, kami kaget soalnya api dekat banget rumah, syukurnya tidak sampai rumah. Tapi asapnya mengganggu sekali saya tidak bisa tidur. Asap tebal baru tadi pagi (kemarin, red)," ujar perempuan yang mengaku sudah tinggal di tempat tersebut dari kakeknya.

Sedangkan Basarnas Denpasar juga ikut melakukan pemantauan kebakaran TPA Suwung. Tim Basarnas melakukan pemantauan selama 24 jam dari KN SAR Arjuna yang sedang sandar di Pelabuhan Benoa. Selain itu, Basarnas juga berkoordinasi dengan BNPB untuk mendatangkan helikopter water bombing untuk menyiram api.

Kepala Basarnas Denpasar, I Nyoman Sidakarya mengaku kalau kondisi kebakaran di TPA Suwung masih belum padam. Kepulan asapnya terpantau jelas dari posisi KN SAR Arjuna 229 yang sedang lego jangkar di Pelabuhan Benoa. Atas kondisi itu, BPBD sempat berkoordinasi dengan pihaknya untuk bersama-sama mencari solusi memadamkan kebakaran. Apalagi yang mengkhawatirkan kepulan asap mulai mengganggu masyarakat di sekitarnya.

"Jika kebakaran terus terjadi, tentunya asap semakin membumbung tinggi dan bisa saja berdampak terganggunya penerbangan Bandara Ngurah Rai," ungkapnya, Jumat kemarin. Jumat pukul 08.00 Wita, pihaknya juga langsung ke lokasi bersama 7 personel yang ikut untuk antisipasi apabila memerlukan aksi segera. Hal ini dikarenakan pantauan asap tebal menyelimuti sekitaran TPA sampai jalan Bypass Ngurah Rai ke arah tenggara. Data semalam dari BMKG tercatat kecepatan angin 30 km/jam dan arah angin dari tenggara. "Kami berharap bisa segera tertangani, meskipun ini belum memasuki ranah dari tugas fungsi Basarnas, karena penanganan kebakaran lebih kepada Damkar, BPBD pada lingkup kejadian yang lebih besar, kita pun peralatan pemadam tidak memiliki. Namun kalau membutuhkan penanganan SAR, personel siap dikerahkan jika diperlukan," tegasnya.

Terpisah, General Manager Angkasa Pura I Handy Heryudhitiawan mengaku kalau sejak kejadian kebakaran hingga Jumat siang, operasional Bandara Ngurah Rai sama sekali tidak terganggu. Aktivitas penerbangan masih berjalan normal. Dari pengamatan pihak Air Navigation (Airnav), pengamatan secara visual tidak terkendala atau clear. Namun demikian, AP I tetap berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait guna memonitor perkembangan terkini. "Update kondisi kebakaran itu tidak ada yang terganggu. Sampai Jumat siang ini masih normal semuanya," katanya singkat. 7 mis, cr78, pol, dar

Komentar