nusabali

Ditinggal Mudik, 8 Kamar Kos Terbakar

  • www.nusabali.com-ditinggal-mudik-8-kamar-kos-terbakar

Untuk menangani kebakaran ini dikerahkan 5 unit mobil damkar, yakni 4 unit dari armada Damkar Klungkung dan 1 unit armada bantuan dari Damkar Gianyar.

SEMARAPURA, NusaBali
Sebuah rumah kos berlantai 2 di Jalan Puputan, Kelurahan Semarapura Kelod Kangin, Kecamatan/Kabupaten Klungkung, terbakar pada Kamis (11/4) pagi. Akibatnya 8 kamar kos ludes dilalap api.

Informasi di lapangan, kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 Wita. Ketika itu warga sekitar melihat kepulan asap pekat dari lantai 2 kamar kos di Jalan Puputan, Kelurahan Semarapura Kelod Kangin. Api pertama kali muncul dari kamar kos paling utara di lantai 2. Kebetulan kamar kos di lantai 2 tersebut tengah sepi karena penghuninya mudik.

Menurut penghuni kos di lantai 1, Fajar, api sangat cepat membakar seluruh kamar di lantai dua yang semuanya kosong, karena penghuninya mudik. "Ada sebuah kamar ditempati tuan rumah, namun saat kejadian yang bersangkutan tidak ada di rumah," ucap Fajar.

Warga sekitar kemudian melaporkan kejadian ini ke Pemadam Kebakaran (Damkar) Klungkung. Tak berselang lama 5 unit mobil damkar tiba di lokasi kebakaran.

Kepala Satpol PP dan Damkar Klungkung Dewa Putu Suarbawa, mengatakan dalam penanganan kebakaran ini dikerahkan 5 unit mobil damkar, yakni 4 unit dari armada Damkar Klungkung dan 1 unit armada bantuan dari Damkar Gianyar.

Petugas sempat kesulitan memadamkan api, karena lokasi kebakaran di lantai 2 dan atap bangunan yang berbahan seng. Sehingga air tidak maksimal menjangkau titik api. Kondisi ini membuat petugas mengambil risiko, dengan masuk langsung ke bangunan yang terbakar. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kebakaran meluas ke bangunan lainnya, karena lokasi kebakaran merupakan kawasan padat penduduk.

Setelah 2 jam kemudian kobaran api baru bisa dipadamkan. Lantai 2 semuanya terbakar, yakni perabotan dan alat-alat dalam kamar kos. 

Pj Bupati Klungkung I Nyoman Jendrika bersama Ketua DPRD Kabupaten Klungkung Anak Agung Gde Anom, meninjau lokasi kebakaran tersebut. “Saya turut prihatin dengan musibah ini,” ujar Jendrika.

Jendrika mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dan tetap waspada sehingga peristiwa kebakaran seperti ini tidak terjadi lagi. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada para petugas Damkar yang bergotong-royong membantu warga memadamkan kobaran api. 7 wan

Komentar