nusabali

Dikeroyok di Tempat Hiburan, Anak Pengacara Bonyok

  • www.nusabali.com-dikeroyok-di-tempat-hiburan-anak-pengacara-bonyok

DENPASAR, NusaBali - Keributan berdarah terjadi di salah satu tempat hiburan di Jalan Tukad Barito Nomor 101 Panjer, Denpasar Selatan, pada Rabu (11/10) sekitar pukul 01.30 Wita.

Seorang pengunjung, I Gusti Bagus Cakra, 21, dihajar owner dan satpam tempat hiburan tersebut. Korban yang merupakan anak pengacara, I Gusti Putu Putra Yudhi Sanjaya ini mengalami patah rahang dan luka disekujur tubuh.

Informasi yang dihimpun, para pelaku pengeroyokan itu diduga adalah owner Triple Theree Bar Society dan satpam yang jaga di tempat hiburan tersebut. Belum diketahui secara persis pemicu terjadinya peristiwa berdarah tersebut. Kuat dugaan awal masalah terjadi di dalam bar. Pada saat keluar korban langsung dicegat hingga terjadilah pengeroyokan.  

"Pemicu terjadinya kejadian saya belum tau persis. Informasi yang saya dapat awal masalahnya terjadi di dalam bar. Untuk mengungkap itu semua saya sudah buat laporan polisi. Saya serahkan kepada polisi untuk melakukan penyelidikan," ungkap I Gusti Putu Putra Yudhi Sanjaya, bapak dari korban dikonfirmasi kemarin siang.

Versi Yudhi Sanjaya, sebelum kejadian ada insiden terjadi di dalam bar. Akibat keributan di dalam bar itu korban yang akrab disapa Dek Udi keluar. Tiba di pintu keluar korban diadang tiga orang yang dikenal sebagai owner dan satpam di sana.

Pada saat itu pelaku yang diduga owner tempat hiburan itu tiba-tiba langsung memegang kerah baju korhan. "Pada saat kerah bajunya dipegang pelaku yang diduga owner itu anak saya tanya, engken maksud bli nenteng baju rage nak sing rage ne ngelah masalah," lanjut Yudhi Sanjaya.

Ditanya demikian, pelaku yang memegang kerah baju korban seperti tertantang. Pelaku mendorong korban dan ambil posisi untuk memukulnya. Karena terdesak, korban melayangkan pukulan ke arah pelaku. Pada saat itulah owner bersama dua pelaku lainnya yang bekerja sebagai satpam di sana dan diikuti sejumlah orang lainnya mengeroyok korban hingga rahangnya patah. Para pelaku semuanya sekitar 10 orang.

"Peristiwa pengeroyokan itu saya ketahui dari anak saya yang lain. Menerima informasi itu saya langsung mendatangi lokasi untuk memastikannya. Saat saya tiba di lokasi saya melihat anak saya sudah dalam keadaan berdarah dan tak berdaya di depan cafe tessebut. Mulutnya mengeluarkan darah. Saya bawa anak saya itu ke RS Prof Ngoerah. Kata dokter rahang anak saya patah," pungkasnya.

Sementara itu, saat didatangi NusaBali kemarin siang, di lokasi tidak bertemu dengan Satpam dan bos tempat hiburan tersebut. Terlihat tiga orang pria sedang membongkar berbagai jenis minuman beralkohol yang dikemas dalam beberapa kardus. Mereka kompak mengaku tidak mengetahui kronologis kejadian tersebut.

"Mohon maaf pak kami tidak tau kronologis kejadiannya. Informasinya para pelaku sudah dipanggil Polisi untuk dimintai keterangan di Polsek Denpasar Selatan," ungkap salah seorang pria yang enggan menyebutkan namanya ditemui di lokasi kemarin siang.

Informasi dari sumber di lapangan  mengatakan korban datang ke TKP bersama 5 orang temannya, pada Selasa (10/10) sekitar pukul 22.30 Wita. Pada Rabu (11/10) sekitar pukul 01.00 Wita korban ditarik keluar dari dalam bar oleh tiga orang. Sampai di luar korban menanyakan alasan dirinya ditarik keluar.  Pada saat menanyakan alasan penarikan dirinya itu korban didorong oleh tiga pria kekar itu.

"Tak terima didorong korban langsung memukul tiga orang tersebut. Setelah itu datang sejumlah orang lainnya mengeroyok korban hingga tulang rahangnya patah. Kita sudah menerima laporan dari orangtua korban. Anggota masih mengumpulkan alat bukti dan menggali keterngan para saksi," ungkap sumber. Sementara Kasi Humas Polresta Denpasar AKP Ketut Suakdi belum memberikan keterangan terkait kejadian tersebut. 7 pol

Komentar