nusabali

Perajin Kendang Kubutambahan Sempat Jualan Sate

  • www.nusabali.com-perajin-kendang-kubutambahan-sempat-jualan-sate

SINGARAJA, NusaBali - Kadek Arsana, 45, salah satu perajin kendang asal Desa/Kecamatan Kubutambahan yang masih bertahan di Buleleng.

Seperti pengusaha lainnya dia mengalami pasang surut usaha hingga pernah sampai banting stir menjual sate saat pandemi Covid-19. Beruntung kondisi yang sudah menjadi endemi saat ini mulai membukakan pintu rezekinya menekuni produksi alat kesenian.

Kendang buatan Arsana selama ini dikenal memiliki kualitas tinggi. Dia menekuni usaha bidang kerajinan ini sejak 2008 silam. Tidak hanya seniman-seniman Bali yang memesan kendang padanya. Tetapi juga melayani order dari luar Bali seperti Jawa, Sulawesi. Bahkan baru-baru ini Arsana mengirim satu set kendangnya ke Kanada.

“Kalau harga itu tergantung ukuran. Saya biasa menjual dari harga Rp 4,5 juta sampai Rp 5 juta. Tetapi itu sudah kualitas bagus. Bahan-bahan yang dipakai semua yang super,” kata Arsana.

Dia biasanya mencari bahan baku kayu nangka, mahoni atau intaran di lokal Bali saja. Paling sering kayu-kayu kualitas bagus untuk dipakai kendang ini didapat di Karangasem. Sedangkan untuk kulit sapi bisa dicari di sekitar Kota Singaraja atau paling jauh di Denpasar.

Untuk menyelesaikan satu buah kendang menurut Arsana sangat tergantung pada sinar matahari. Seperti saat musim kemarau sekarang ini satu buah kendang bisa selesai dalam waktu tiga hari saja. Bagian terpentingnya saat mengeringkan kulit sapi sebelum dipasang dan dirakit dengan kayu yang sudah dilubangi.

Sejauh ini dari beragam jenis dan ukuran kendang buatannya, yang paling dicari dan diminati adalah kendang untuk pelengkap Baleganjur. Kendang untuk baleganjur buatan Arsana sangat dicari karena kualitas bagus yang dapat menghasilkan suara yang pas untuk jenis gamelan dengan tempo cepat dan keras.

“Ya sekarang order sudah mulai ada, meski tidak seramai saat sebelum pandemi Covid-19. Sudah mulai bergeliat meski baru 75 persen,” terang Arsana. 7k2

Komentar