nusabali

PKS Sebut Capres-Cawapres Diputus Detik-detik Terakhir

Parpol Saling Kunci Kandidat Cawapres

  • www.nusabali.com-pks-sebut-capres-cawapres-diputus-detik-detik-terakhir

JAKARTA, NusaBali - Penggalangan koalisi oleh partai politik (parpol) untuk mengusung Capres-Cawapres di Pilpres 2024 mendatang semakin gencar. Saat ini, ada tiga capres mengerucut yakni Anies Baswedan, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.

Namun, belum diumumkan siapa bakal calon wakil presiden (cawapres) mereka. Sepertinya parpol saling mengunci kandidat cawapres yang akan diusung.

Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid mengatakan pengumuman capres-cawapres akan dilakukan detik-detik akhir pendaftaran ke KPU. "Kelihatannya, semua akan diumumkan di detik-detik terakhir. Bahasa Jawanya, belum ada satu pun janur kuning melengkung," ujar Jazilul saat Diskusi Empat Pilar bertajuk ‘Pemilu 2024, Mewujudkan Demokrasi Konstitusional yang Mempersatukan Bangsa’ di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (23/8).

Politisi dari PKB ini menyatakan, memang mengenai capres dan cawapres yang akan diusung oleh partai politik banyak ditunggu oleh masyarakat. Untuk itu, seorang calon pemimpin seperti presiden, wakil presiden, gubernur dan bupati harus digodok di partai politik, bukan dari BUMN. Karena menurut dia, partai politik sesuai konstitusi memiliki tugas dan fungsi melahirkan kader dan sirkulasi kepemimpinan nasional.

"Mestinya, pendidikan politik itulah yang menjadi konsen partai politik di hari ini. Siapa kader yang akan turun dan kemudian direkomendasikan. Bukan melalui BUMN. Oleh sebab itu, bagi saya demokrasi menghargai kerja, karir dan tahapan-tahapan serta proses. Maka, jika ingin menjadi presiden masuklah partai politik," kata Jazilul.

Jazilul menyayangkan jika ada yang menempuh jalan by pass mendapatkan tiket jadi pemimpin. Terlebih lagi dengan membeli melibatkan cukong. Hal tersebut menyebabkan demokrasi menjadi transaksional. Pasalnya, tidak melalui kepemimpinan di partai. Melainkan, tiba-tiba maju menggunakan salah satu partai politik sebagai kendaraannya.

"Menurut saya, itu tentu sangat menyakitkan bagi kader-kader partai dan buat orang yang berproses di partai," ucap Jazilul. Disinggung mengenai koalisi PKB dengan Partai Gerindra bersama Partai Golkar dan PAN, apakah akan segera mendeklarasikan siapa cawapres mereka. Jazilul hanya menjawab diplomatis. "Semoga September awal ada kejutan," ucap Jazilul. 

Sementara Anggota MPR RI dari Fraksi PKS Nasir Djamil ketika disinggung mengenai cawapres dari Koalisi Perubahan, apakah akan segera dideklarasikan mengatakan, saat ini mereka masih terus menjalin komunikasi untuk menentukan cawapres pendamping Anie Baswedan.
"Di internal koalisi, memang sedang menjajaki. Sebab, yang mau kita ambil itu kekuasaan. Tentu pembicaraannya alot. Si A ingin seperti ini, si B ya sudah monggo seperti itu dan si C kalau bisa saya. Jadi, ini sesuatu yang alot sehingga harus hati-hati," terang Nasir Djamil.

Bagi Koalisi Perubahan, lanjut Nasir Djamil, menentukan pasangan capres-cawapres ibarat mengambil sehelai rambut di tumpukan tepung. "Jadi, memang pelan-pelan mengambilnya agar rambutnya bisa diambil dan tepungnya tidak berserakan," papar Nasir Djamil. k22

Komentar