nusabali

Medsos Kini Pemicu Kasus Kekerasan

  • www.nusabali.com-medsos-kini-pemicu-kasus-kekerasan

SINGARAJA, NusaBali - Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Buleleng menemukan adanya pergeseran pemicu kekerasan pada perempuan dan anak.

Terkini yang menjadi pemicu terbanyak adalah dari penggunaan media sosial (medsos) yang kebablasan.

Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas P2KBP3A, Putu Agustini mengatakan, banyak kasus kekerasan seksual pada perempuan dan anak belakangan ini yang rata-rata disebabkan karena penggunaan gadget yang kini dikenal dengan istilah Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO).

“Nyaris 90 persen kasus, baik itu kekerasan fisik maupun kekerasan seksual, berasal dari penggunaan medsos. Contohnya dari kasus kekerasan seksual, seorang remaja perempuan menjadi korban pacarnya sendiri. Setelah mengirim foto syur setelah diancam, fotonya malah disebar,” ucap Agustini.

Dia pun tidak memungkiri di tengah kekacauan arus digital banyak perempuan dan orang dewasa terjebak kasus seksual karena terpedaya bujuk rayu. Korban seringkali menjadi tidak berdaya dan dikendalikan pelaku setelah mendapatkan ancaman kekerasan fisik maupun psikis hingga pemerasan material.

Menurutnya, persoalan ini akan memicu dampak depresi akut pada korban dengan kemungkinan terburuknya bisa mencoba mengakhiri hidup. Peran media sosial yang menjadi sarana penyebaran informasi dengan sangat pesat ini tentu menjadikan korban sebagai objek perundungan baik di sekolah bagi remaja maupun di tempat kerja bagi korban yang sudah dewasa.

Dinas P2KBP3A pun saat ini mendorong remaja dan dewasa perempuan yang sering kali menjadi korban kekerasan digital untuk berhati-hati dalam menggunakan teknologi. Agustini menghimbau untuk berhati-hati mengunggah data pribadi.

Dia juga mengingatkan pentingnya pola asuh orangtua yang baik. Orangtua disarankan untuk tetap mengontrol aktivitas anak-anak mereka dalam penggunaan gadget. Kebersamaan bersama keluarga juga harus diluangkan agar anak tidak terus asik dengan dunia dan gadgetnya.7 k23

Komentar