nusabali

Korban Laka Maut di Jalur Denpasar-Gilimanuk, Tuwed, Jembrana

Pergi Jelang Hari Pertama Sekolah PAUD

  • www.nusabali.com-korban-laka-maut-di-jalur-denpasar-gilimanuk-tuwed-jembrana

NEGARA, NusaBali - Suasana duka menyelimuti keluarga Ni Komang Triyadewi Narayani,4, di Banjar Berawantangi, Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, Jembrana, Selasa (11/7).

Sang bocah menjadi salah satu dari 3 korban tewas dalam kecelakaan di Jalan Umum Denpasar-Gilimanuk kilometer 105-106, Banjar Munduk Bayur, Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, Jembrana, Minggu (9/7) malam lalu. Dia tewas bersama dengan dua karyawati orangtuanya setelah motor yang mereka tunggangi diseruduk sebuah mobil pick up lintas Jawa-Bali.

Ayah Triyadewi, yakni Putu Edi Putra,42, saat ditemui di rumah duka, Selasa kemarin mengatakan seolah tidak percaya bahwa putrinya itu meninggal secara tragis. Beberapa hari atau sebelum kejadian itu, dia maupun istrinya tidak ada mendapat firasat ataupun pertanda buruk terhadap peristiwa naas itu. "Sama sekali tidak ada firasat. Memang setiap tenaga saya (karyawati tempat usaha kedai minuman di rumahnya) mau keluar cari makan, dia pasti mau ikut," ucap Edi Putra.

Begitu juga saat dua orang karyawatinya, yakni Putri Ayu Ningsih,19, dan Salsa Bela Nurfitriana,20, akan pergi mencari makan pada, Minggu (9/7) malam. Edi mengaku saat mengetahui kedua karyawatinya akan keluar membawa motor, putrinya langsung meminta ikut untuk membeli es krim. Meski sempat dilarang ikut dan diminta menunggu di rumah, namun putrinya tetap merengek sehingga dirinya maupun istrinya terpaksa mengizinkan.

"Saya sama istri sempat bilang jangan ikut karena dingin. Saya juga sempat minta agar menunggu di rumah, biar dibelikan es krim. Tetapi namanya anak-anak, dia terus merengek, tetap tidak mau. Maunya tetap ikut," ujar Edi Putra.

Sesuai informasi yang diterimanya, kata Edi, saat pergi keluar pada Minggu malam itu, kedua karyawati bersama putrinya itu sempat mencari makan mie ayam yang berada di seberang SPBU Tuwed. Kemudian setelah makan, kedua karyawati yang juga cukup dekat putrinya itu, lanjut membelikan putrinya es krim di sebuah warung terdekat dan kembali pulang. "Pas kejadian dalam perjalanan pulang," ujarnya.

Foto: Putu Edi Putra,42, ayah dari almarhum Ni Komang Triyadewi. -IB DIWANGKARA

Dari keterangan warga di sekitar lokasi kejadian, Edi Putra mengaku sopir pick up yang menewaskan kedua karyawati serta putrinya itu, memang ngebut dan ugal-ugalan. Sedangkan motor yang dibawa karyawatinya sudah melaju sesuai jalur. Saat mengetahui kecelakaan maut itu, kata Edi, warga sekitar pun nyaris memukuli sopir dan hendak membakar pick up ugal-ugalan tersebut. Namun emosi warga masih bisa tertahan setelah Polisi yang langsung datang ke lokasi kejadian.

Edi Putra mengaku, kini telah berusaha mengikhlaskan kematian putri bungsu dari tiga bersaudara yang juga menjadi satu-satunya anak perempuan di keluarganya. Anaknya yang pertama dan kedua, baru tamat SMA dan kelas 3 SMP. Sedangkan alamarhum Triyadewi sendiri baru direncanakam masuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

"Putri saya itu baru mau masuk PAUD. Rencananya mulai mengawali masuk, Senin (10/7) kemarin. Semua pakaian dan peralatan sudah saya siapkan. Pas sebelum kejadian Minggu malam, dia pun semangat karena akan masuk sekolah. Bahkan sempat pesan sama kakak-kakak dan istri saya biar dia diingatkan bangun pagi," kenang Edi.

Mengingat usia almarhum Triyawati yang masih di bawah 5 tahun (balita) untuk prosesi korban tidak melalui proses pengabenan. Namun jenazahnya dikubur. Prosesi penguburannya akan dilaksanakan di Setra Desa Adat Tuwed pada Buda Wage Warigadean, Rabu (12/7) hari ini.

Sementara disinggung mengenai upaya damai, Edi mengaku belum dapat memastikan apakah akan memberikan kesempatan damai terhadap sopir pick up ugal-ugalan yang telah merenggut nyawa putrinya. Menurut Edi, dari pihak keluarga dua karyawatinya asal Jawa yang juga menjadi korban tewas akibat sopir pick up ugal-ugalan itu menyatakan akan ikut bagaimanapun keputusannya.

Namun, Edi mengaku juga belum dapat memutuskan karena belum ada pembicaraan dari pihak Kepolisian ataupun keluarga sopir pick up tersebut. Hanya saja, Edi berharap adanya efek jera kepada para sopir yang kerap ugal-ugalan di jalan sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang. "Sementara ini belum ada arah pembicaraan ke sana. Tetapi kalau harapan saya pribadi, bagaimana agar kejadian seperti ini tidak terus terulang," ucap Edi.

Foto: Suasana di rumah duka di Banjar Berawantangi, Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, Jembrana, Selasa (11/7). -IB DIWANGKARA

Sementara Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Jembrana Ipda I Ngurah Dwi Widiatmika Putra saat dikonfirmasi Selasa kemarin, mengatakan pengemudi pick up Isuzu nopol P 9269 AF itu sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sopir bernama Ahmad Dani,22, warga Kampung Karang Makmur, Desa Panji Kidul, Kecamatan Panji, Situbondo, Jatim itu disangkakan melanggar Pasal 310 ayat 4 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

"Sudah tadi ditetapkan tersangka. Dijerat Pasal 310 ayat 4 tentang kecelakaan yang mengakibatkan orang meninggal dunia. Ancamannya, hukuman pidana maksimal 6 tahun," ucap Ipda Ngurah Widiatmika seizin Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Ni Putu Meipin Ekayanti.

Menurut Ipda Widiatmika, pihaknya juga langsung melakukan penahanan terhadap sopir pick up tersebut. Pihaknya berencana akan melakukan penjajakan kepada para keluarga korban. Namun untuk ranah perdamaian terhadap kasus tersebut, keputusannya tetap diserahkan langsung dari pihak masing-masing keluarga korban.

"Kami tetap proses sesuai SOP. Sementara ini, kami memang belum ada penjajakan ke rumah korban karena memahami situasi keluarga masih berduka. Tetapi nanti kalau sudah agak tenang, kami pasti akan bertemu dengan keluarga korban," ujar Ipda Ngurah Widiatmika.

Seperti diberitakan kecelakaan maut kembali terjadi di jalur utama Denpasar-Gilimanuk. Kali ini terjadi tabrakan 'adu jangkrik' mobil pick up dengan sepeda motor di Jalan Umum Denpasar-Gilimanuk, kilometer 105-106, Banjar Munduk Bayur, Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, Jembrana, Minggu (9/7) malam. Dalam kecelakaan tersebut, tiga orang korban tewas. Termasuk salah satu korban seorang anak balita usia 4 tahun.

Kecelakakan maut ini melibatkan pick up Isuzu nopol P 9269 AF dengan motor Honda Scoopy nopol DK 4665 ZD. Tiga korban meninggal dalam kecelakaan itu adalah pengendara dan dua penumpang motor Scoopy. Ketiga korban, yakni Putri Ayu Ningsih,19, asal Dusun Pelle, Desa Jangur, Kecamatan Sumberasih, Probolinggo, Jawa Timur (Jatim), Salsa Bela Nurfitriana,20, asal Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, Jatim, serta Ni Komang Triyadewi Narayani,4, asal Banjar Berawantangi, Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, Jembrana. 7 ode

Komentar