nusabali

Trauma Asuransi, Partisipasi AUTP dan AUTS Rendah

  • www.nusabali.com-trauma-asuransi-partisipasi-autp-dan-auts-rendah

SINGARAJA, NusaBali
Kepesertaan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dan Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) di Kabupaten Buleleng masih rendah.

Hal tersebut dikarenakan stigma asuransi di masyarakat yang kurang baik. Masyarakat masih trauma dengan sulitnya pengajuan klaim dan penerimaan pertanggungan yang jauh dari harapan.

Data Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng pada tahun 2022 lalu, pemerintah menargetkan kepesertaan AUTP seluas 2.000 hektare, namun baru terealisasi 61,87 hektare di 3 subak yang ada di Buleleng. Sedangkan untuk AUTS dari target 1.100 ekor, hanya diikuti oleh 14 Kelompok Tani Ternak (KTT) yang mengasuransikan 269 ekor sapinya.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Buleleng Made Siladarma seizin Kadistan I Made Sumiarta, Senin (9/1), mengatakan kesadaran petani dan peternak di Buleleng mengasuransikan tanaman padi maupun ternak sapi mereka karena ada keraguan dalam pengajuan klaim. Padahal dalam kepesertaan AUTP maupun AUTS, petani dan peternak mendapatkan subsidi langsung dari pemerintah sebesar 80 persen.

“Untuk AUTP petani hanya kena premi Rp 36.000 per hektare per musim tanam dari premi sebelum subsidi Rp 180.000. Kalau AUTS khusus sapi betina seekor sapi dikenakan hanya Rp 40.000 per tahun dari premi sebelum subsidi Rp 200.000 per ekor per tahun,” ungkap Siladarma.

Jika dalam waktu perlindungan asuransi terjadi risiko maka akan dibayarkan klaim. Untuk tanaman padi klaim akan dibayarkan jika terjadi kerusakan tanaman akibat wabah penyakit, hama maupun bencana alam yang menimpa 75 persen lahan yang diasuransikan. Satu hektar lahan padi yang rusak 75 persen akan mendapatkan klaim Rp 6 juta.

Sedangkan untuk klaim AUTS dibayarkan Rp 10 juta per ekor jika sapi mati karena melahirkan dan sakit (kecuali Penyakit Mulut dan Kuku). Selain itu klaim juga berlaku jika sapi mengalami patah tulang dan kondisi lainnya karena kecelakaan dengan nilai pertanggungan Rp 5 juta, serta Rp 7 juta klaim untuk sapi yang hilang atau dicuri orang.

“Sebenarnya kami sudah menggenjot sosialisasi dan untuk pencairannya cukup mudah dan cepat. Tetapi untuk AUTP tahun lalu tidak ada klaim. Kalau AUTS ada pengajuan klaim dari 4 kelompok karena penyakit dan kecelakaan,” imbuh dia.

Sementara itu di tahun ini, Dinas Pertanian Buleleng terus menggencarkan sosialisasi AUTP maupun AUTS ke kelompok-kelompok subak yang ada di Buleleng. Dia pun berharap kedepannya lebih banyak masyarakat yang sadar dan ikut program asuransi ini, untuk menjaminkan sumber penghasilannya dan mengantisipasi kerugian yang besar akibat situasi yang tidak dapat diprediksi. *k23

Komentar