nusabali

Perkumpulan Pelukis Baturulangun Gelar Lomba Lukis Tradisi

  • www.nusabali.com-perkumpulan-pelukis-baturulangun-gelar-lomba-lukis-tradisi

GIANYAR, NusaBali - Perkumpulan Pelukis Baturulangun Batuan menggelar lomba lukis tradisi gaya Batuan serangkaian Sahasra Warsa Batuan di wantilan sisi kauh Pura Desa lan Puseh Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Kamis (22/12).

Lomba melukis diikuti siswa SD dan SMP se-Kabupaten Gianyar. Lomba ini sebagai upaya pelestarian seni lukis tradisi. Sebab kebanyakan lomba melukis anak-anak saat ini cenderung dominan lukisan modern dengan penggunaan crayon. 

Ketua Perkumpulan Pelukis Baturulangun, I Wayan Diana, mengatakan lukisan tradisi merupakan seni lukis yang dimiliki dan berkembang di Bali. “Sangat penting sering kita gelar lomba melukis tradisi. Harapannya generasi muda semakin tertarik dan pelestarian niscaya akan terwujud,” jelas Wayan Diana. Salah seorang juri, Ketut Sadia menjelaskan, lukisan gaya Batuan punya teknik tersendiri. Seperti nyeket dengan pensil, nyawi mempertegas garis drawing pen, dan ngucek atau ngabur memisahkan atas dan bawah. Ada pula nyigar manyunan mempertajam membelah objek dan membuat motif. “Misalnya orang pakai kamen motifnya batik. Kalau lukis pura, motifnya ada ukiran-ukiran,” jelas Ketut Sadia. 

Menurut Ketua Sadia, hasil karya peserta sudah menerapkan teknik-teknik tersebut. “Sebagian besar sudah menguasai empat teknik. Kami juga lihat komposisi, satu bidang kanvas tidak berat sebelah, kerapian dalam berkarya. Kreativitas anak dan keberanian menambahkan motif,” jelasnya. Salah seorang peserta, I Kadek Prema Manggala Putra mengaku tertarik ikut lomba karena ingin mencoba teknik melukis gaya Batuan. “Biasanya saya melukis gaya realis. Kali ini ingin mencoba lukisan tradisi,” ujar siswa SMPN 1 Sukawati ini. Sebelum berlomba, siswa asal Banjar Cemenggon, Desa Celuk, Kecamatan Sukawati mempelajari beberapa teknik yang diterapkan saat melukis gaya Batuan. Dia juga mengaku tertarik dengan tema lukisan gaya Batuan. 7 nvi

Komentar