nusabali

Pangempon Minta Jatah Manajer DTW Tanah Lot

  • www.nusabali.com-pangempon-minta-jatah-manajer-dtw-tanah-lot

TABANAN, NusaBali
Jabatan Manajer Daya Tarik Wisatawan (DTW) Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan yang lowong pasca meninggalnya I Ketut Toya Adnyana, menjadi ajang rebutan.

Muncul aspirasi agar posisi Manajer dan Asisten Manajer DTW Tanah Lot diambil dari tokoh pangempon Pura Luhur Tanah Lot. Saat ini, posisi Manajer DTW Tanah Lot dipegang Pelaksana Tugas (Plt), yakni I Wayan Sudiana. Sebelum ditunjuk merangkap jadi Plt Manajer DTW Tanah Lot menggantikan almarhum Ketut Toya Adnyana yang meninggal, Wayan Sudiana menjabat sebagai Asisten Manajer DTW Tanah Lot.

Jabatan Manajer DTW Tanah Lot yang semula diduduki almarhum Ketut Toya Adnyana akan berakhir, 24 November 2021 lusa. Ini merupakan periode kedua jabatan, sejak almarhum Ketut Toya Adnyana menjabat tahun 2011 silam. Selama ini, Manajer dan Asisten Manajer DTW Tanah Lot selalu ditunjuk oleh Bupati Tabanan selaku Ketua Umum Badan Pengelola DTW Tanah Lot.

Bendesa Adat Beraban, I Made Sumawa, mengatakan sejauh ini belum ada pertemuan khusus untuk membahas siapa kandidat Manajer dan Asisten Manajer DTW Tanah Lot 2021-2026. Tokoh-tokoh yang ingin naik menjadi Manajer dan Asisten Manajer DTW Tanah Lot pun belum ada menunjukkan diri.

"Mungkin sudah ada grimingan di masyarakat. Tetapi, saya lihat sejauh ini belum ada yang menunjukkan diri ingin menjabat sebagai Manajer dan Asisten Manajer DTW Tanah Lot,” terang Made Sumawa, Minggu (21/11).

Menurut Made Sumawa, penentuan Manajer dan Asisten Manajer DTW Tanah Lot merupakan hak prerogratif Bupati Tabanan selaku Ketua Umum Badan Pengelola DTW Tanah Lot. Sampai saat ini, kata dia, belum ada pembahasan menyangkut siapa yang akan menduduki jabatan Manajer dan Asisten Manajer DTW Tanah Lot tersebut.

"Belum ada membahas tentang orang. Kalau membahas terkait ikatan kerja sama pengelolaan DTW Tanah Lot sampai tahun 2026, itu ada antara Pemkab Tabanan dan Desa Adat Beraban," katanya.

Sebagai Bendesa Adat Beraban, Made Sumawa menginginkan yang kelak dipercaya menduduki jabatan Manajer dan Asisten Manajer DTW Tanah Lot adalah tokoh dari Desa Beraban. “Jangan sampai yang menjabat orang dari luar Desa Beraban,” harap Made Sumawa.

Sementara itu, Ketua Pengempon Pura Luhur Tanah Lot, Komang Dedy Sanjaya, mengatakan pada intinya dia siap menerima keputusan Bupati Tabanan selaku Ketua Umum Badan Pengelola DTW Tanah Lot. Namun demikian, Bupati Tabanan diharapkan tetap mempertimbangkan aspirasi dari pangempon pura untuk penentuan dua jabatan tersebut.

Intinya, kata Dedy Sanjaya, ada tokoh dari unsur pangempon Pura Luhur Tanah Lot yang menduduki jabatan Manajer atau Asisten Manajer DTW Tanah Lot. "Tujuannya, untuk memudahkan koordinasi antara manajemen dengan pangempon pura," papar Dedy Sanjaya saat dikonfirmasi terpisah, Minggu kemarin.

Menurut Dedy Sanjaya, hal ini cukup logis mengingat sebagian kegiatan wisata lokasinya berada di areal pelaba Pura Luhur Tanah Lot. Setiap event yang diselenggarakan DTW Tanah Lot juga hampir 80 persennya menggunakan fasilitas pelaba pura, mulai dari Bale Pewaregan sampai Wantilan, meskipun itu sudah bersertifikat.

"Kami sebenarnya tidak mempersoalkan entah siapa yang akan duduk di posisi Manajer atau Asisten Manajer DTW Tanah Lot. Semuanya kami serahkan kepada keputusan Bupati Tabanan. Tapi, kami juga harus memperhatikan kondusivitas desa," tandas Dedy Sanjaya. *des

Komentar