nusabali

Dispar Bali Ingatkan Industri Pariwisata Tingkatkan Pelayanan

Lebaran, Kunjungan Wisatawan Domestik Diperkirakan Meningkat

  • www.nusabali.com-dispar-bali-ingatkan-industri-pariwisata-tingkatkan-pelayanan

DENPASAR, NusaBali - Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bali optimistis terjadi peningkatan kunjungan wisatawan pada momentum libur Lebaran tahun ini. Dispar pun mengingatkan industri pariwisata, mulai dari hotel, transportasi, DTW dan lainnya untuk memberi pelayanan yang maksimal, sehingga memberikan rasa aman dan nyawan bagi wisatawan.

Kadispar Bali Tjokorda Bagus Pemayun, mengatakan prakiraan peningkatan kunjungan wisatawan saat libur Lebaran didominasi wisatawan domestik. “Apalagi ini libur Lebaran kan cukup panjang,” ucapnya.

Pihaknya pun meminta kalangan industri pariwisata, mulai dari hotel, transportasi, DTW dan lainnya untuk memberi pelayanan yang maksimal, sehingga rasa aman dan nyawan wisatawan terjamin. Walau sudah merupakan SOP, namun Tjok Bagus Pemayun menegaskan pihaknya wajib selalu mengingatkan hal tersebut. “Lengkapi fasilitas yang menjamin rasa aman dan nyaman tamu,” pintanya.

Sebaliknya kepada wisatawan, Tjok Bagus Pemayun meminta agar mematuhi ketentuan-ketentuan yang sudah ada, apa yang patut dan boleh dilakukan di Bali. Di antarannya memuliakan kesucian Pura, Pratima dan simbol-simbol keagamaan yang disucikan. Menghormati adat-istiadat, tradisi, seni dan budaya serta kearifan lokal masyarakat Bali. Kemudian memakai busana yang sopan, wajar dan pantas saat berkunjung ke kawasan tempat suci, DTW dan tempat lain, selama melakukan aktivitas di Bali dan yang lainnya.

Sementara, PHRI memprakirakan ada kenaikkan 10 persen kedatangan wisatawan domestik pada liburan Idul Fitri 1445 Hijrah, yang jatuh pada 10 dan 11 April mendatang. Hal tersebut diharapkan membantu tingkat penghunian kamar (TPK) atau okupansi yang saat ini berkisar 60 persen.

Ketua PHRI Badung I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya, mengatakan industri hotel memang sangat menanti moment libur panjang Idul Fitri. “Kalau tahun-tahun sebelumnya memang jelas ada dampaknya. Kunjungan meningkat, sehingga keterisian kamar hotel juga naik,” ujar Suryawijaya yang sekaligus Wakil Ketua BPD PHRI Bali, Jumat (22/3).

Dikatakan, saat ini merupakan periode low season bagi pariwisata Bali, setelah peak season pada momen liburan Nataru, akhir Desember 2023 hingga awal Januari 2024. Saat itu okupansi hotel di Bali mencapai 80-90 persen. Namun pasca liburan Nataru, kunjungan wisatawan melandai. Untuk wisatawan mancanegara rata-rata 14.000-15.000 ribu per hari. Tidak jauh beda dengan kedatangan wisatawan domestik, jumlahnya dikisaran 15.000 per hari.

“Nah pada liburan Idul Fitri ini kita harap dan prakirakan akan ada peningkatan 10 persen untuk wisatawan domestik,” kata Suryawijaya, tokoh pariwisata Bali asal Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung.

Tambahan 10 persen kunjungan wisatawan domestik inilah, kata Suryawijaya diharapkan membantu meningkatkan okupansi hotel. “Tentu akan membawa dampak signifikan. Tidak saja di sektor pariwisata, namun pada perekonomian Bali secara umum,” ucapnya.

Dia berharap stakeholder terkait juga melakukan antisipasi terkait kemungkinan terjadi lonjakan wisatawan pada libur Lebaran. Sebab lonjakan wisatawan tak saja meningkatkan pemasukkan atau pendapatan industri pariwisata dan masyarakat, tetapi juga berpotensi meningkatnya kemacetan. “Banyak kendaraan dari luar daerah yang dibawa wisatawan ke Bali. Jadi Perlu diantisipasi lebih dini oleh stakeholder terkait,” harapnya. 7 k17

Komentar