nusabali

Pasien Cuci Darah Wajib Test Antigen

  • www.nusabali.com-pasien-cuci-darah-wajib-test-antigen

Tanpa BPJS, sekali cuci darah dengan biaya Rp 700.000.

AMLAPURA, NusaBali

RSUD Karangasem rencanakan menambah 12 mesin hemodialisa untuk memaksimalkan pelayanan kepada pasien cuci darah di masa pandemi Covid-19. Pasien cuci darah yang menjalani cuci darah diwajibkan rapid tes antigen. Direktur RSUD Karangasem, dr I Wayan Suardana MRepro, mengatakan saat ini punya 20 mesin hemodialisa. Dari 20 mesin hemodialisa, yang digunakan untuk melayani pasien cuci darah hanya 18 mesin. Dua mesin lainnya cadangan.

dr Wayan Suardana menjelaskan, cuci darah memerlukan penanganan 4-4,5 jam. Ada yang jadwalnya seminggu sekali atau setiap tiga hari sekali, tergantung kondisi pasien. RSUD Karangasem terus melakukan penambahan mesin hemodialisa karena banyak pasien cuci darah melakukan cuci darah di Denpasar dan Karangasem. Adanya 20 mesin berarti yang bisa dilayani setiap hari hanya 18 pasien.

Perlakuana untuk pasien cuci darah berbeda dari sebelumnya. Pasien cuci darah wajib menjalani rapid tes antigen dan wajib menggunakan masker. Pengantar pasien juga wajib menjalankan protokol kesehatan. Kebanyakan pasien yang cuci darah menggunakan jasa BPJS Kesehatan, sebab bayarnya lumayan mahal sekali cuci darah hingga Rp 700.000. Tiap hari pasiennya penuh, semua pasien yang datang sudah punya jadwal cuci darah sendiri-sendiri. Sehingga antar pasien dan keluarga pengantar pasien saling kenal karena seringnya bertemu di satu ruangan.

Cuci darah wajib dilakukan karena ginjalnya tidak berfungsi. Mesin cuci darah itulah sebagai pengganti ginjal. Kecuali bersedia operasi ginjal dengan membeli ginjal. Masalahnya, sulit ada orang bersedia mendonorkan ginjalnya. Walau dapat ginjal, belum tentu cocok dari sisi golongan darah dan struktur organ tubuh itu. Di samping biayanya mahal hingga mencapai Rp 5 miliar.

Secara teknis cuci darah dilakukan dengan membuat akses dari pembuluh darah melalui operasi ringan. Tujuannya untuk menyalurkan darah dari tubuh dialirkan melalui tabung ke dalam dialyzer (ginjal buatan) untuk dibersihkan. Perlu diwaspadai bagi pasien cuci darah terjadinya komplikasi, di antaranya tekanan darah tinggi, anemia, kram otot, gatal-gatal, dan sebagainya. Pelayanan cuci darah dikoordinasikan Kepala Bidang Pelayanan RSUD Karangasem dr I Gede Yuliasena. *k16

Komentar