nusabali

Empat Atlet Panjat Tebing Diplot Raih Medali di Papua

  • www.nusabali.com-empat-atlet-panjat-tebing-diplot-raih-medali-di-papua

DENPASAR, NusaBali
Pengprov Federasi Fanjat Tebing Indonesia (FPTI) Bali memproyeksikan empat atletnya meraih medali pada PON XX/2021 di Papua.

FPTI Bali memproyeksikan, dari 8 atlet yang lolos PON, empat diantaranya dinilai sangat potensial meraih prestasi terbaik.

Ke-8 atlet PON Bali itu, yakni Temi Teli Lasa, Rifaldi Ode Ridjaya, Himalaya, Julianto Prasetyawan, Danes Devrian Sandehang, Made Wisnuyasa, Nadya Putri Virgita dan Desak Made Rita Kusuma Dewi.

“Dari penilaian kami, empat atlet berpotensi dapat medali, yakni Desak, Temi, Nadia dan Aldi. Semoga target kami tidak meleset," kata Ketua Umum Pengprov FPTI Bali, Putu Yudi Atmika, Jumat (9/4).

Namun, kata Yudi Atmika, keempat atlet lainnya juga ditarget meraih medali dan menunjukkan prestasi terbaik. Masih ada waktu enam, segala sesuatu masih bisa terjadi. Karena itu, persiapan harus dapat dimaksimalkan mulai sekarang ini.

"Hasil Kejurnas Mini Panjat Tebing di Tabanan memang belum dapat dipakai dijadikan acuan untuk peluang di PON Papua. Kejurnas mini itu hanya untuk kesiapan lebih awal atlet memulihkan enduren dan kesiapan bertanding," kata Yudi Atmika.

Menurut Yudi Atmika, atlet panjat tebing istirahat latihan terlalu lama, hingga pasti kembali pada kondisi nol. Sedangkan atelt asal Jawa Timur diakui mulai latihan dan TC sentralisasi dari selesai PraPON di Bandung.

Mereka terus latihan intensif, bahkan terus berlanjut dengan kejurnas dan sampai ini tidak pernah istirahat, sehingga kesiapan atlet sudah terukur.

Makanya, kata Yudi Atmika, untuk atlet Bali baru bisa melihat peluang di PON Papua sekitar Juni atau Juli nanti. Peluang itu akan terlihat apabila latihan sentralisasi dilanjutkan. Tapi kalau sentralisasi tidak ada dan dukungan dari KONI Bali dan Pemerintah Provinsi Bali juga tidak ada, Yudi Atmika, posisi dan kesiapan atlet hanya jalan di tempat. Jika itu terjadi sulit bicara soal peluang di PON Papua. Adanya pandemi Covid-19, latihan atlet panjat tebing tidak maksimal di tempat terbuka. Makanya, kata Yudi Atmika, sekarang sudah harus sentralisasi untuk persiapan ke PON Papua. *dek

Komentar