nusabali

Lagi, Longsor Terjadi di Petang

  • www.nusabali.com-lagi-longsor-terjadi-di-petang

Longsor susulan yang terjadi di wilayah Banjar Angantiga, Desa Petang menggerus pohon mangga dan pohon leci.

MANGUPURA, NusaBali
Hujan lebat yang mengguyur wilayah Badung, Sabtu (12/11) malam hingga Minggu (13/11) dini hari menyebabkan kawasan Petang kembali alami longsor di sejumlah titik. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung mencatat titik longsor yang terjadi Minggu dini hari yakni dua lokasi di Banjar Petang Tengah, dan satu lagi di Desa Pangsan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Badung AA Rai Adnyana mengatakan, longsor yang terjadi di Banjar Petang Tengah nyaris menutup seluruh badan jalan. “Tapi tak ada korban dan tim kami dibantu pihak terkait sudah melakukan evakuasi Minggu pagi, dan jalan juga sudah bisa dilalui kendaraan,” terangnya, Minggu siang.

Sementara di titik berbeda masih di wilayah Banjar Petang Tengah, ungkap Adnyana, longsor mengakibatkan senderan di Pura Taman Santrian Purwa Sangke jebol. Tak hanya itu toilet dan bale bengong juga rusak karena longsor.

“Satu lagi longsor menutupi setengah badan jalan di Jalan Petang menuju Desa Pangsan,” ungkap Adnyana. Menurut dia bencana longsor kali ini disebabkan hujan disertai angin kencang di wilayah Badung Sabtu malam hingga Minggu dini hari.

Sementara Perbekel Petang, Wayan Suryantara, dikonfirmasi Minggu siang, mengatakan, akses jalan di titik lokasi longsor sudah kembali normal. Pihaknya bersama BPBD dan instansi terkait Minggu langsung membersihkan gundukan tanah yang menimbun jalan.

Namun, ungkap Suryantara, yang membikin pihaknya cemas adalah longsor susulan di wilayah Banjar Angantiga, Desa Petang. “Longsor susulan kejadiannya tadi pagi jam 07.00 Wita. Tiga pohon ada mangga dan pohon leci ikut terbawa longsor, kalau ini tidak segera ditangani, saya khawatir badan jalan akan tergerus. Ini sudah sangat membahayakan,” katanya. Atas longsor susulan yang terjadi, dia mengaku sudah melaporkan ke pihak terkait, namun hingga Minggu sore belum ada tindakan.

Sebelumnya longsor di Banjar Angantiga terjadi pada Selasa (8/11) lalu. Titik longsor tak jauh dari lokasi longsor tahun 2014 lalu yang saat itu menelan korban jiwa, yakni mandor proyek bernama I Gede Sudira, 40, warga Desa Suci, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. Longsor yang terjadi Selasa lalu hanya berjarak sekitar 2 sampai 2,5 meter saja dari badan jalan. Dan kemarin (Minggu) dititik yang sama kembali terjadi longsor.  asa

Komentar