nusabali

Pembangunan Gedung RS Nyitdah Berskala Internasional Baru 40 Persen

Diprediksi Belum Bisa Tuntas Tahun 2021

  • www.nusabali.com-pembangunan-gedung-rs-nyitdah-berskala-internasional-baru-40-persen

TABANAN, NusaBali
Tahun 2020 Kabupaten Tabanan belum bisa memiliki rumah sakit berskala internasional.

Sebab pembangunan UPTD RS Nyitdah di Banjar Antugan, Desa Nyitdah, Kecamatan Kediri belum tuntas 100 persen. Di akhir 2020, pembangunan rumah sakit untuk bisa disebut berskala internasional baru 40 persen.

Kendatipun demikian RS Nyitdah sudah bisa memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat karena status rumah sakit sudah tipe C. Dan saat ini pun UPTD RS Nyitdah juga dijadikan rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 di Tabanan.

Kepala Bapelitbang Tabanan Ida Bagus Wiratmaja mengatakan RS Nyitdah untuk bisa dikatakan RS berskala internasional pembangunannya baru di angka 40 persen. Banyak item bangunan yang belum dibuat karena terkendala anggaran. “Pembangunan di RS Nyitdah baru 40 persen,” ungkapnya, Kamis (17/12).

Kata Wiratmaja, di 2021 RS Nyitdah kembali mendapat kucuran dana Rp 10 miliar dari BKK Provinsi Bali. Namun peruntukan pembangunan lanjutan ranahnya ada di Dinas Kesehatan dan Dinas PU Tabanan. “Tahun 2021 akan dapat dari BKK Provinsi Bali diperuntukkan untuk apa, itu ada di Dinas Kesehatan dan Dinas PU,” imbuhnya.

Meskipun mendapatkan kucuran dana sekitar Rp 10 miliar nanti, pembangunan RS Nyitdah diperkirakan belum bisa tuntas di 2021 karena masalah anggaran. “Kira-kira untuk mencapai tuntas 100 persen perlu anggaran sekitar Rp 60 miliar,” tandas Wiratmaja.

Sementara itu, Kepala Bidang Bangunan Gedung Dinas PU Tabanan Kadek Faridatini Sueca, menjelaskan dilihat dari master plan pembangunan RS Nyitdah belum tuntas. Jika nanti benar akan mendapatkan kembali kucuran dana Rp 10 miliar disarankan untuk menyelesaikan pembangunan IGD yang belum tuntas. Karena masih ada item pembangunan IGD belum tuntas.

“Bangunan IGD sekarang masih sebagian dari IGD yang terbangun kalau dilihat dari master plan. Panjang bangunan IGD adalah sama dengan panjang bangunan yang sudah dibangun di bagian selatan,” tegas Faridatini.

Direktur UPTD RS Nyitdah dr Nyoman Wisma Berata mengatakan pelayanan dasar sudah bisa dilakukan di UPTD RS Nyitdah. Mulai dari pelayanan anak, kandungan, bedah, dan penyakit dalam. “IGD, poliklinik, dan rawat inap sudah bisa melayani dan ini harus ada sesuai dengan persyaratan rumah sakit tipe C,” ujarnya.

Sedangkan pelayanan yang belum bisa dilayani di UPTD RS Nyitdah adalah cuci darah dan CT Scan karena belum memiliki alat. “Mengenai jumlah tenaga medis sudah lengkap, namun jika jumlahnya lebih dari 10 orang pasien yang perawat bedah sedikit kewalahan. Karena memang dari segi jumlah kami kurang. Tetapi intinya pelayanan dasar sudah bisa dilakukan, bahkan di tahun 2021 ruang ICU mulai bisa melayani,” kata Wisma Berata. *des

Komentar