nusabali

Saat Pandemi, Pejualan Produk Pertanian Naik

  • www.nusabali.com-saat-pandemi-pejualan-produk-pertanian-naik

JAKARTA, NusaBali
Kementerian Perdagangan mengklaim pandemi covid-19 menjadi momentum sektor pertanian di dalam negeri semakin subur.

Pasalnya, kini masyarakat lebih percaya mengkonsumsi produk lokal daripada impor. Selain itu, nilai ekspor pertanian naik hampir 9 persen.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Kasan Muhri mengatakan, permintaan buah lokal meningkat beberapa waktu terakhir. Masyarakat Indonesia lebih memilih produk lokal karena khawatir buah yang diimpor tidak bebas covid-19.

"Di dalam negeri, selama pandemi covid-19 saya melihat ini menjadi kesempatan produk pertanian lebih banyak dikonsumsi, karena dengan pola yang cenderung lebih sehat itu menjadi hal positif untuk perkembangan pertanian," ungkap Kasan, dalam diskusi virtual bertajuk Pemulihan Ekonomi di Sektor Pertanian, Senin (19/10).

Bahkan, permintaan produk bukan hanya di Indonesia, tapi juga dari luar negeri. Berdasarkan catatan Kemendag, nilai ekspor untuk sektor pertanian sepanjang Januari-Agustus 2020 naik hampir 9 persen.

"Yang menarik produk-produk pertanian Indonesia itu banyak diserap negara besar, salah satunya China. Produk pertanian yang diekspor ke China share-nya 20 persen dari total ekspor," kata Kasan.

Kasan menjabarkan beberapa ekspor produk pertanian yang tumbuh di masa pandemi corona, antara lain sayuran naik 68,69 persen, jambu, manggis, dan mangga naik 134,49 persen.

Kemudian, pala naik 32,17 persen, kayu manis naik 107,32 persen, kelapa naik 189,19 persen, cengkeh naik 14,09 persen, kacang mete naik 73,01 persen, kapulaga naik 96,54 persen.

Menariknya, ekspor ke sejumlah negara juga naik. Rinciannya, ekspor ke China naik 35,14 persen, Prancis naik 19 persen, Spanyol naik 196,17 persen, Iran naik 297,47 persen, Pakistan naik 17,89 persen, Rusia naik 68 persen, Jepang naik 53,78 persen, Hong Kong naik 9,51 persen, dan Filipina naik 100,59 persen.

"Melihat ini, tentu kami harus siapkan lagi untuk bisa meraih pangsa pasar yang lebih besar lagi," kata Kasan.

Meski penjualan di dalam dan luar sektor pertanian tumbuh, tapi ada beberapa tantangan. Yakni, antara lain akses pasar, isu lingkungan, daya saing, biaya logistik masih tinggi, dan penerbangan ke negara tujuan terbatas. *

loading...

Komentar