nusabali

Abrasi, Tebing 12 Meter di Mengening Longsor

  • www.nusabali.com-abrasi-tebing-12-meter-di-mengening-longsor

MANGUPURA, NusaBali
Tebing setinggi 12 meter di kawasan Pantai Mengening, Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Badung, longsor akibat mengalami abrasi di bagian dasar tebing.

Perbekel Cemagi Si Ketut Wirama, mengatakan tebing longsor di kawasan Pantai Mengening terjadi pada pekan lalu. “Kejadiannya Sabtu (10/10) lalu sekitar pukul 06.00 Wita,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Sabtu (17/10).

Menurut Ketut Wirama, akibat terjadi abrasi di bagian dasar, tebing yang merupakan akses jalan Pantai Mengening longsor.

“Semoga lekas ada perbaikan, khawatirnya semakin parah kalau dibiarkan. Itu kan tebing di atasnya jalan, kalau tidak segera diperbaiki khawatir jalannya juga tergerus. BPBD sudah melakukan asesmen. Kami berharap bisa cepat ada perbaikan,” imbuhnya.

Ketut Wirama mengungkapkan, dari Pemkab Badung sebetulnya sudah ada rencana melakukan penataan kawasan pesisir pantai, termasuk salah satunya di Desa Cemagi. “Namun karena sedang ada pandemi Covid-19, jadi belum bisa terealisasi. Ya semoga begitu pandemi berakhir, rencana penataan bisa dilanjutkan. Yang mana nanti jadi prioritas, kami serahkan kepada pemerintah,” tandasnya.

Sementara, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Badung Ni Nyoman Ermy Setiari atas seizin Kepala Pelaksanaan BPBD Badung Bagus Nyoman Wiranata membenarkan adanya abrasi di kawasan pesisir Pantai Mengening. “Betul, kami sudah ke lokasi untuk melakukan pendataan. Informasi dari pihak desa, kejadiannya Sabtu (10/10) lalu,” kata Ermy Setiari.

“Dari hasil pendataan awal tebing yang longsor akibat abrasi tingginya sekitar 12 meter dan lebarnya sekitar 1 meter. Memang kalau dibiarkan akan bertambah parah dan membahayakan pengguna jalan. Tapi tentu saja nanti kami akan dikoordinasikan lebih lanjut hal ini dengan instansi teknis. Nanti upaya seperti apa, tim teknis yang memutuskan,” tandasnya.

Sambil menunggu penanganan dari instansi terkait, saat ini di lokasi tengah diberi garis pembatas warna kuning bertulisan ‘Do Not Cross’. Warga yang melalui jalan tersebut diimbau untuk berhati-hati. *asa

loading...

Komentar