nusabali

Debat Kandidat untuk Pilkada Denpasar 2020 Disepakati Cuma Dua Kali

Jaya-Wibawa Usulkan Sekali Debat, Paket Amerta Justru Minta Tiga Kali

  • www.nusabali.com-debat-kandidat-untuk-pilkada-denpasar-2020-disepakati-cuma-dua-kali

DENPASAR, NusaBali
Pasangan I Gusti Ngurah Jaya Negara-I Kadek Agus Arya Wibawa (Paket Jaya-Wibawa) dan I Gede Ngurah Ambara Putra-Made Bagus Kertanegara (Paket Amerta) resmi ditetapkan KPU Denpasar sebagai paket calon untuk Pilkada Denpasar 2020, Rabu (23/9).

Nantinya, dua paket calon yang akan tarung head to head ini disepakati hanya menjalani dua kali debat publik. Paket Jaya-Wibawa adalah pasangan Calon Walikota (Cawali)-Calon Wakil Walikota (Cawawali) Denpasar yang diusung PDIP bersama Gerindra-Hanura-PSI di Pilkada Denpasar, 9 Desember 2020. Sedangkan Paket Amerta adalah pasangan Cawali-Cawawali Denpasar yang diusung Golkar-Demokrat-NasDem

Penetapan pasangan calon (Paslon) Jawa-Wibawa dan Paket Amerta, Rabu kemarin, dilakukan dalam rapat pleno tertutup di Kantor KPU Denpasar. Penetapan tanpa dihadiri pasangan calon, melainkan hanya melibatkan masing-masing 2 orang liaison official (LO) atau pengubung, KPU Denpasar, Bawaslu Denpasar, dan perwakilan dari Polresta Denpasar.

Ketua KPU Denpasar, I Wayan Arsa Jaya, menyatakan berdasarkan verifikasi persyaratan, dua paket calon ini dianggap memenuhi syarat. Maka, Jaya-Wibawa dan Paket Amerta pun ditetapkan sebagai pasangan calon untuk Pilkada Denpasar 2020. “Keduanya dinyatakan memenuhi syarat dari hasil penelitian kami. Tidak ada masyarakat yang keberatan. Jadi, kami sahkan keduanya sebagai pasangan calon yang akan mengikuti Pilkada Denpasar, 9 Desember 2020 mendatang,” jelas Arsa Jaya.

Menurut Arsa Jaya, dalam pleno tertutup kemarin, disepakati kampanye Pilkada Denpasar 2020 akan dilakukan dengan sistem daring. Hal ini untuk menghindari terjadinya penyebaran Covid-19 dan munculnya klaster baru dari Pilkada 2020.

“Kalau untuk nempel dan menyebarkan selebaran, masih kami perbolehkan dan tidak dibatasi. Tetapi, kami ingatkan agar tim dan seluruh Paslon untuk tetap mengutamakan kesehatan masyarakat, dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan,” tandas Arsa Jaya.

Sementara itu, dalam rapat peleno tertutup di Kantor KPU Denpasar kemarin, LO yang juga Ketua Tim Pemenangan Jaya-Wibawa, I Ketut Suteja Kumara, mengajukan usulan agar debat kandidat cukup dilakukan sekali saja, bukannya tiga kali sesuai jadwal. Alasannya, untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Menurut Suteja Kumara, sesuai protokol kesehatan, aturan dalam ruangan paling lama hanya 45 menit. Namun, debat kandidat digelar KPU selama 2 jam. Dan, itu dilakukan tiga kali. “Jika tetap dilakukan debat kandidat sampai tiga kali, dikhawatirkan akan terjadi penyebaran Covid-19,” jelas Suteja Kumara.

“Karena itu, kami mengajukan usulan agar debat public cukup dilaksanakan sekali saja. Jangan sampai debat publik ini justru menimbulkan klaster baru penyebaran Covid-19. Kami dari Paslon Jaya-Wibawa komitmen untuk menjaga kesehatan yang paling utama,” tegas anggota Fraksi PDIP DPRD Denpasar ini.

Suteja Kumara menyebutkan, jika debat kandidat sampai dilakukan tiga kali, pihaknya khawatir masyarakat akan berkumpul untuk menyaksikan guna mengetahui visi misi masing-masing paket calon. “Biasanya, warga juga anntusias ingin mengetahui seperti apa debat itu. Bahkan, bukan tak mungkin mereka menggelar nonton bareng segala,” katanya.

Menanggapi usulan kubu Jaya-Wibawa tersebut, Pimpinan LO Tim Pemenangan Paket Amerta, AA Bagus Wiranata, menyatakan tidak setuju. Alasannya, jika debat publik hanya dilakukan sekali saja, itu akan menguntungkan Jaya-Wibawa. Pasalnya, Jaya-Wibawa sudah memiliki nama, lantaran IGN Jaya Negara adalah Wakil Walikota Denpasar, sementara Kadek Agus Arya Wibawa jadi anggota DPRD De-npasar.

Sebaliknya, Paket Amerta notabene merupakan wajah baru yang perlu pengenalan kepada masyarakat Denpasar. “Jadi, Paket Amerta perlu pengenalan dan memaparkan visi misi agar diketahui masyarakat. Debat publik inilah yang jadi momentumnya. Jangan sampai masyarakat berpikiran ‘membeli kucing dalam karung’,” dalih Bagus Wiranata.

Terkait kekhawatiran terjadi penyebaran Covid-19 saat debat kandidat, menurut Bagus Wiranata, itu tak bias dijadikan alasan karena saat ini Denpasar masih normal, bahkan pedagang di ruang publik juga ramai. “Jika itu alasannya, maka negara juga harusnya mengambil sikap dengan melakukan semi lockdown, lockdown, PSBB, atau home stay home,” katanya.

Jadi, kubu Paket Amerta menginginkan debat kandidat tetap dilaksanakan tiga kali, sesuai jadwal. Sementara untuk teknis kampanye, mereka sepakat dengan Jaya-Wibawa agar dilakukan melalui daring, guna menghindari penyebaran Covid-19.

Sementara, KPU Denpasar mengambil jalan tengah atas usulan kubu Jaya-Wibawa dan Paket Amerta terkait debat publik. Dalam pleno tertutup kemarin, akhirnya disepakati acara debat kandidat cukup dilakukan dua kali saja. Sedangkan jumlah orang yang masuk ke ruangan saat debat kandidat, juga dibatasi sesuai dengan Peraturan KPU (PKPU).

Dalam Pilkada Denpasar 2020 nanti, Jaya-Wibawa maju tarung dengan modal kekuatan politik awal 30 kursi DPRD Denpasar hasil Pileg 2019, yakni 22 kursi milik PDIP, 4 kursi milik Gerindra, 2 kursi milik Hanura, dan 2 kursi milik PSI. IGN Jaya Negara adalah politisi senior asal Kelurahan Penatih, Denpasar Timur yang kini Sekretaris DPD PDIP Bali dan masih menjabat Wakil Walikota Denpasar 2016-2021. Sedangkan Kadek Agus Arya Wibawa adalah politisi asal Kelurahan Pedungan, Denpasar Selatan yang kini Sekretaris DPC PDIP Denpasar dan masih menjabat Ketua Fraksi PDIP DPRD Denpasar 2019-2024.

Sebaliknya, Paket Amerta maju tarung ke Pilkada Denpasar 2020 dengan modal kekuatan politik awal 15 kursi DPRD Denpasar hasil Pileg 2020, masing-masing 8 kursi legislatif milik Golkar, 4 kursi milik Demokrat, dan 3 kursi milik NasDem. Ngurah Ambara Putra adalah tokoh independen dari Banjar Kerta Bumi, Desa Sumerta Kaja, Denpasar Timur yang mantan calon DPD RI Dapil Bali dalam Pileg 2019. Sedangkan Made Bagus Kertanegara adalah tokoh independen asal Desa Dauh Puri Kaja, Denpasar Utara, yang kini menjabat sebagai Wakil Bendesa Adat Denpasar. *mis

loading...

Komentar